Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga batu bara di pasar global dinilai menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi. Apalagi, di tengah meningkatnya kebutuhan energi alternatif selain minyak dan gas bumi di kawasan Asia.
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy menilai harga batu bara di pasar spot saat ini menunjukkan tren kenaikan seiring krisis minyak yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Perlu diketahui, berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Senin (23/3/2026) ditutup di US$ 140,5 per ton.
"Seperti kita ketahui bersama jika harga batu bara saat ini di spot market menunjukkan tren yang naik sehubungan dengan krisis minyak sebagai akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah," kata Widhy kepada CNBC Indonesia, Rabu (25/3/2026).
Selain itu, kenaikan harga tersebut juga dipengaruhi oleh pembatasan produksi batu bara nasional. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu eksportir utama yang menyuplai kebutuhan batu bara global, khususnya di Asia Timur, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.
Ia lantas memandang kondisi ini seharusnya dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi penerimaan negara. Widhy mendorong agar pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan pembatasan produksi dan membuka peluang peningkatan output batu bara.
"Seiring dengan kenaikan harga batu bara tersebut, kami dari Perhapi mendorong agar pemerintah dapat menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin dengan mempertimbangkan kembali rencana pembatasan produksi, dan dapat membuka peluang untuk peningkatan kembali produksi batu bara guna mendapatkan gain dari peningkatan harga batu bara di pasar global ini, terutama untuk mengisi pasar dari negara-negara di Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam dan Malaysia yang sudah mendapatkan kesulitan untuk memenuhi energi nasionalnya sehubungan dengan krisis minyak internasional dan mereka memerlukan tambahan pasokan batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi nasionalnya," jelasnya.
Bagaimanapun, menurutnya Indonesia memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memproduksi batu bara hingga lebih dari 750 juta ton per tahun, terbukti dengan realisasi produksi batu bara nasional pada 2025 yang lalu yang mencapai 790 juta ton.
"Membatasi produksi nasional tahun ini di kisaran 600 juta ton hanya akan memberi peluang kepada negara-negara produsen batu bara lain seperti Australia, Afrika Selatan, dan Kolombia untuk mengambil keuntungan dengan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Indonesia, dan mendapatkan keuntungan yang optimal dari harga batu bara yang sedang tinggi di pasar global saat ini," jelasnya.
"Diharapkan dengan adanya peningkatan produksi di tengah harga pasar yang tinggi saat ini, maka pendapatan negara dari hasil ekspor batu bara dapat memenuhi target PNBP tahun 2026 dari sektor pertambangan yang sudah dicanangkan oleh Kementerian ESDM sebelumnya sebesar +/- Rp 134 triliun," tandasnya.
Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, produksi batu bara nasional tahun ini akan dinaikkan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak perang di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi global.
Dia mengatakan, pemerintah tengah mengevaluasi kenaikan volume produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet pada Kamis (19/3/2026) lalu.
Adapun, peningkatan produksi batu bara diharapkan dapat membantu menekan risiko lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta komoditas energi lainnya akibat gejolak geopolitik.
"Maka tadi Bapak Presiden juga meminta agar volume daripada produksi batu bara bisa ditingkatkan. Artinya akan ada perbaikan terkait dengan RKAB," kata Airlangga di Istana Negara.
Selain peningkatan produksi, pemerintah juga tengah mengkaji skema pajak ekspor batu bara sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan penerimaan negara. Dengan adanya potensi kenaikan harga komoditas, pemerintah berharap dapat memperoleh tambahan pendapatan dari windfall profit sektor batu bara.
"Harapannya pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya windfall profit, itu juga akan ada pendapatan pemerintah yang ikut meningkat," ujarnya.
(wia)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425451/original/060959200_1764227597-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Persija_vs_PSIM_Jogja__1_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)