Hari Introvert Sedunia 2 Januari: Sejarah dan Cara Menikmatinya

3 hours ago 1

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

02 January 2026 15:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap hari kedua setelah pergantian tahun, orang yang memiliki kepribadian introvert dirayakan keberadaannya. 2 Januari dipilih oleh psikolog Jerman bernama Felicitas Heyne untuk memperingati Hari Introvert Sedunia, gagasan ini kemudian disepakati pada 2011 lalu.

Sejarah Hari Introvert Sedunia

Tanggal ini dipilih menjadi titik balik bagi semua orang untuk mengisi ulang baterai sosialnya setelah berinteraksi dengan banyak orang selama musim liburan yang panjang, mulai dari perayaan thanksgiving, natal, hingga malam pergantian tahun.

Heyne berpendapat bahwa mengapresiasi orang introvert akan membuat mereka sadar bahwa keberadaannya penting dalam lingkungan sosial. Karena tidak jarang mereka disalahpahami hanya karena mereka butuh waktu lebih banyak untuk diam sesaat sebelum kembali berinteraksi dengan orang lain.

Meski hari ini secara khusus ditujukan bagi para introvert, makna peringatannya sejatinya relevan untuk semua orang. Di tengah ritme hidup yang kian padat, kita kerap lupa bahwa setiap individu membutuhkan waktu rehat dari hiruk-pikuk aktivitas harian.

Kegiatan yang bisa dilakukan

Meluangkan waktu bersama diri sendiri bukan sekadar soal menyendiri, melainkan memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas, menenangkan emosi, dan memulihkan energi. Dengan jeda yang cukup, seseorang dapat kembali menghadapi tantangan sehari-hari dengan fokus dan kesiapan yang lebih baik.

Untuk menghormati para introvert dan juga diri Anda sendiri, berikut sejumlah aktivitas yang dapat dilakukan untuk menikmati waktu sendiri dengan lebih bermakna.

Bermalas-malasan di kasur

Bermalas-malasan di kasur kerap dianggap sebagai aktivitas yang tidak produktif dan memicu rasa bersalah. Padahal, pada waktu tertentu, jeda semacam ini justru bisa menjadi bentuk produktivitas tersendiri jika dilakukan dengan manajemen waktu yang bijak.

Di hari libur, cobalah sesekali menghabiskan waktu di tempat tidur dengan menonton serial, melakukan scrolling santai, atau sekadar berbaring sambil membiarkan pikiran beristirahat. Menyalakan musik yang menenangkan dan lilin aromaterapi dapat membantu menciptakan suasana rileks. Aktivitas sederhana ini efektif untuk memulihkan energi mental setelah hari-hari yang padat.

Pergi menonton bioskop sendiri

Menikmati film di bioskop tidak harus mengajak orang apalagi tunggu diajak. Kamu bisa memilih film dan snack mu sendiri tanpa harus berkompromi dengan pilihan orang lain. Pergi ke bioskop sendirian justru memberi ruang untuk kamu benar-benar menikmati alur cerita tanpa percakapan basa-basi di tengah film berlangsung.

Pergi ke spa sendiri

Memanjakan diri tanpa distraksi sosial. Spa sendirian memungkinkan tubuh dan pikiran benar-benar rileks, fokus pada sensasi tenang, dan keluar dengan perasaan segar serta lebih seimbang. Agar pengalaman semakin optimal, tak ada salahnya menyampaikan kepada terapis bahwa Anda ingin menikmati sesi perawatan tanpa percakapan.

Baca buku di kamar

Menghabiskan waktu dengan buku favorit di ruang pribadi membantu menciptakan suasana tenang. Aktivitas ini memberi kesempatan untuk menjauh sejenak dari layar, meningkatkan rentang perhatian, dan menyelami dunia lain lewat kata-kata.

Melakukan hobi yang sempat tertunda

Baik itu melukis, menulis, merajut, atau merawat tanaman, kembali ke hobi lama dapat menjadi bentuk self-care yang sering terlupakan. Aktivitas ini membantu menyalurkan emosi sekaligus mengembalikan rasa nostalgia yang menyenangkan.

Memasak untuk satu porsi

Menyiapkan makanan untuk diri sendiri bukan tanda kesepian, melainkan bentuk perhatian pada kebutuhan pribadi. Proses memasak dengan ritme sendiri bisa menjadi aktivitas terapeutik yang menenangkan. Tanpa perlu meminta pendapat orang lain soal menu, rasa, atau cara penyajian, aktivitas ini memberi kebebasan penuh untuk menikmati makanan sesuai selera. Pada akhirnya, satu-satunya opini yang perlu diikuti adalah opini diri sendiri.

Bermain game seharian

Menghabiskan waktu bermain game tanpa tekanan sosial dapat menjadi sarana hiburan sekaligus pelepas stres. Game juga memberi ruang bagi fokus, tantangan, dan kepuasan personal tanpa harus berinteraksi intens dengan orang lain.

Pada akhirnya, Hari Introvert Sedunia menjadi pengingat bahwa beristirahat, menarik diri sejenak, dan menikmati waktu sendiri adalah kebutuhan manusiawi. Di tengah budaya yang kerap mengagungkan kesibukan dan konektivitas tanpa henti, kemampuan untuk berhenti dan mendengarkan diri sendiri justru menjadi keterampilan yang semakin penting.

Baik introvert maupun bukan, memberi ruang bagi diri untuk mengisi ulang energi adalah langkah sederhana namun esensial untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

(dag/dag)

Read Entire Article
| | | |