Heboh Peneliti Temukan 'Dunia yang Hilang', Lokasinya Ada di RI

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Penelitian terbaru mengungkap jejak 'dunia yang hilang' di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para ilmuwan menemukan bukti bahwa pulau tersebut pernah menjadi habitat berbagai hewan yang kini sebagian besar telah punah.

Temuan itu mencakup gajah mini, sejumlah spesies tikus, kadal raksasa, hingga spesies komodo. Para ilmuwan memaparkan fakta tersebut dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Laporan itu merujuk pada penemuan fosil hewan-hewan tersebut. Laporan menyebutkan fosil dari beragam spesies tersebut pernah hidup di Sumba sekitar 12.000 tahun yang lalu, dikutip dari Mongabay, Selasa (28/7/2026).

Bahkan, laporan itu mendapati temuan penting yang mengindikasikan kemungkinan bahwa hewan-hewan langka tersebut awalnya hidup di wilayah Sumba. Hal ini semakin meyakinkan dengan ditemukannya fosil komodo yang saat ini hanya bermukim di Pulau Komodo dan sekitarnya di Flores.

Hal ini memicu asumsi bahwa hewan yang kini termasuk langka tersebut sebenarnya berasal dari Sumba.

Ekspedisi untuk meneliti hewan-hewan punah ini berlangsung dari tahun 2011 hingga 2014. Tim peneliti berasal dari Zoological Society of London (ZSL).

Mereka mengumpulkan fosil dari Sumba sebagai bagian dari kawasan kepulauan yang dinamai 'Wallacea'. Area ini dinamai berdasarkan nama ahli biologi Alfred Russel Wallace, yang pertama kali menentukan batasan wilayah berdasarkan penyebaran spesies hewan di Indonesia pada abad ke-19.

Wilayah di dalam kawasan Wallacea mencakup Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Wilayah Wallacea makin populer pada tahun 2004 ketika tim arkeologi menemukan fosil manusia purba yang dijuluki 'hobbit' atau Homo floresiensis. Fosil ini ditemukan di Flores, bagian utara Pulau Sumba.

Hingga kini, riset tentang Pulau Sumba sendiri masih sangat jarang. Survei mengenai fosil dan kehidupan liar di sana belum banyak dilakukan.

"Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang ahli biologi atau paleontologi yang fokus pada wilayah kepulauan di Indonesia," kata Samuel Turvey, salah satu peneliti dari ZSL.

Para ilmuwan berharap penelitian lebih lanjut di Sumba dapat dilakukan untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai evolusi spesies di area tersebut.

"Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan tentang dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi, namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern," Turvey menjelaskan.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |