Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). IHSG ditutup anjlok 1,29% atau 86,30 poin ke level 6.591,90.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG bergerak dalam rentang cukup lebar sepanjang perdagangan. Indeks dibuka di level 6.688,18 dan sempat menguat hingga 6.712,50. Namun, tekanan jual kemudian membawa IHSG jatuh ke level terendah 6.585,56 sebelum ditutup di 6.591,90.
Dengan penutupan di 6.591,90, IHSG kembali berada di bawah level psikologis 6.600 setelah sempat menguji area 6.700 pada awal perdagangan.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 41,24 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp19,76 triliun dengan frekuensi 2,52 juta kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 159 saham menguat, 541 saham melemah, dan 263 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang cukup merata di pasar.
Tekanan paling besar datang dari sektor energi yang anjlok 2,21%. Selanjutnya, sektor kesehatan melemah 1,69%, industri koreksi 1,53%, bahan baku -1,22%, dan finansial -1,18%.
Sementara itu, sektor properti menjadi sektor dengan koreksi paling terbatas, yakni 0,07%, disusul utilitas yang turun 0,17%.
Dari jajaran saham pemberat IHSG, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penekan terbesar dengan kontribusi negatif 15,52 poin. Diikuti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 10,40 poin dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 7,04 poin.
Saham lain yang turut menekan indeks yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 5,02 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 3,58 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,47 poin, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) 3,27 poin.
Sebaliknya, sejumlah saham masih mampu menjadi penahan laju koreksi IHSG. PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) memberikan kontribusi positif terbesar, yakni 3,72 poin. Disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 2,55 poin, PT Astra International Tbk (ASII) 1,73 poin, PT United Tractors Tbk (UNTR) 1,65 poin, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 1,23 poin.
Dari sisi sentimen, pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan bursa global akibat lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Harga Brent telah menembus US$101 per barel.
Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) menghadapi persoalan utang yang semakin mengkhawatirkan. Utang pemerintah federal AS resmi menembus US$40 triliun, mencetak rekor baru dan menjadi peringatan atas semakin beratnya beban fiskal negara tersebut.
Salah satu dampaknya sudah terlihat di pasar obligasi. Departemen Keuangan AS menyiapkan aksi buyback surat utang hingga US$6 miliar untuk menjaga likuiditas pasar obligasi. Nilai tersebut mencapai tiga kali lipat dari operasi normal, dengan transaksi perdana menyasar Treasury tenor 10 tahun dan 20 tahun.
Akan tetapi kebijakan tersebut justru direspons negatif oleh pasar. Yield Treasury 10 tahun naik ke 4,84%, sementara yield tenor 20 tahun mencapai 5,314% dan tenor 30 tahun menembus 5,3%.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)







