IHSG Longsor ke Level 6.900-an, Sejak Awal Tahun Sudah Anjlok 20%

11 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan cukup dalam pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (30/4/2026), dengan penurunan lebih dari 2%.

Pada pukul 10.20 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.932,50, turun 168 poin (-2,38%) dan menjadi titik terendah IHSG sepanjang tahun 2026. Sejak awal tahun IHSG tercatat telah terkoreksi 20%.

Tekanan jual terlihat terjadi sejak pembukaan perdagangan, di mana IHSG sempat dibuka di level 7.103,26 sebelum langsung mengalami pelemahan tajam hingga menyentuh level terendah di 7.028,23.

Hanya 105 saham menguat, 606 saham melemah, dan 99 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 10,42 triliun dengan volume perdagangan sekitar 21,59 miliar saham dalam lebih dari 1,40 juta kali transaksi.

Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh infrastruktur, barang baku dan energi.

Emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA), menjadi beban utama kinerja IHSG dengan pelemahan 13,22 indeks poin. Lalu diikuti oleh BBRI dan BBCA dengan pelemahan masing-masing 12,54 dan 11,71 indeks poin.

Emiten lainnya yang menjadi pemberat IHSG termasuk BREN, MEGA, TPIA, BRPT, MDKA, AMMN dan UNTR.

Memasuki perdagangan terakhir pekan ini, pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari luar negeri.

Fokus utama pasar hari ini tertuju pada hasil keputusan suku bunga The Federal Reserve, rilis PMI Manufaktur China, inflasi Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat (AS), serta data klaim pengangguran AS.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, The Fed kembali mempertahankan suku bunga di level 3,50-3,75%. Keputusan ini diambil di tengah besarnya perpecahan suara dalam tubuh The Fed.

Dalam rapat yang kemungkinan menjadi pertemuan terakhir Ketua Jerome Powell sebagai pimpinan,gelombang pejabat menentang pernyataan bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut masih mungkin dilakukan.

Suara anggota FOMC terbelah dengan hasil 8-4, di mana para pejabat memiliki alasan berbeda atas pilihan mereka. Jumlah dissenting vote (suara berbeda) in adalah yang tetringgi sejak Oktober 1992.

Gubernur Stephen Miran kembali menyampaikan dissent demi mendukung pemangkasan suku bunga 25 basis poin, seperti yang ia lakukan sejak bergabung ke bank sentral pada September 2025.

Tiga suara "tidak" lainnya berasal dari Presiden Fed regional: Beth Hammack dari Cleveland, Neel Kashkari dari Minneapolis, dan Lorie Logan dari Dallas. Mereka setuju suku bunga ditahan, tetapi menolak adanya bias dovish dalam pernyataan resmi.

Masalah utama ketidaksepakatan adalah kalimat berikut:

"Dalam mempertimbangkan besaran dan waktu penyesuaian tambahan terhadap target suku bunga dana federal, Komite akan secara hati-hati menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko."

Frasa tersebut mengindikasikan langkah berikutnya kemungkinan penurunan suku bunga, karena penggunaan kata "tambahan" menunjukkan aksi terakhir The Fed adalah pemangkasan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump membahas cara mengurangi dampak blokade pelabuhan Iran yang berpotensi berlangsung berbulan-bulan dengan perusahaan minyak,

Pembicaraan dengan eksekutif minyak pada Selasa terjadi setelah kebuntuan dalam upaya menyelesaikan konflik, yang mendorong United States menekan ekspor minyak Iran melalui blokade laut guna memaksa pembukaan kembali Selat Hormuz.

Di tengah saling ancam antara Washington dan Teheran, Pakistan berupaya menjadi mediator untuk mencegah eskalasi, sambil kedua pihak terus bertukar pesan terkait potensi kesepakatan.

Trump mengatakan Iran bisa menghubungi jika ingin berunding, namun juga menyindir bahwa Teheran "tidak mampu bertindak dengan benar."

Gedung Putih menyebut Trump dan eksekutif minyak membahas langkah untuk menstabilkan pasar minyak global serta opsi melanjutkan blokade selama berbulan-bulan sambil meminimalkan dampak bagi konsumen AS.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |