IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2%, Analis Ungkap Alasannya

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak ambruk lebih dari 2%. Per pukul 14.33 WIB, indeks turun 194,24 poin atau 2,17% ke level 8.742,51. Meski demikian, beberapa menit setelahnya IHSG memangkas koreksi signifikan hingga kurang dari 1%.

Sebanyak 535 saham turun, 220 naik, dan 203 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 27,71 triliun, melibatkan 49,98 miliar saham dalam 3,7 juta kali transaksi.

Sebelumnya, IHSG sesi 1 ditutup naik 0,13% atau 11,21 poin ke level 8.947,96. Sebanyak 359 saham naik, 311 turun, dan 141 belum bergerak.

Sejumlah analis pun buka suara terkait ambruknya IHSG secara tiba-tiba. Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan koreksi dalam hari ini terjadi karena adanya aksi profit taking di saham-saham energi.

"Kami mencermati koreksi dari IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2%, dimana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan. Dan saat ini nampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif," ungkap Herditya kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (12/1/2025).

Sementara itu, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengaitkan koreksi dalam ini dengan gejolak geopolitik global.

"Hemat saya berkaitan dengan dinamika geopolitik. Terus, terdapat aksi profit taking saham energi turut merupakan indikasi sebagai salah satu penyebab terkoreksinya IHSG," terang Nafan.

Meski sempat terkoreksi dalam, analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan bahwa ini adalah koreksi wajar.

"Saya melihat hanya koreksi yang wajar, aksi profit taking dari kenaikan yang cukup besar belakangan ini. Adapun terpantau sentimen risk off terbatas dari kekuatiran perkembangan di Iran dan langkah investigasi terhadap Powell oleh Kemenkum AS," jelas Lukman.

Sebagai informasi, pasar keuangan Indonesia hanya akan dibuka selama empat hari pada pekan ini. Pasalnya ada libur Isra Mi'raj pada Jumat sehingga pasar tutup.

Mengingat perdagangan yang relatif pendek, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen pasar hari ini dan sepekan ke depan.

Pelaku pasar kini beralih fokus ke penantian inflasi AS yang akan rilis pekan depan sampai memantau sejumlah harga komoditas yang terus bergerak naik.

Saat ini, pasar berangkat dari perkiraan sementara bahwa inflasi AS berada di kisaran 2,7% secara tahunan di penghujung 2025, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya di atas 3%.

Angka tersebut bukan merupakan rilis resmi CPI Desember, melainkan estimasi berbasis data terakhir yang tersedia, mengingat Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) tidak mengumpulkan data pada Oktober 2025 akibat government shutdown dan tidak merilis data bulanan November.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |