Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan datang dari India, di mana pemerintah Negeri Taj Mahal tersebut memutuskan untuk memblokir sementara aplikasi pesan Telegram.
Adapun pemblokiran Telegram dilakukan mulai Selasa (16/6/2026) hingga 22 Juni 2026 atau selama enam hari. Alasan pemblokiran tersebut yakni karena digunakan untuk mencurangi peserta yang mengikuti ujian masuk kedokteran. Hal ini dibenarkan oleh Kementerian Pendidikan India.
"Kami telah memblokir Telegram hingga 22 Juni 2026, karena telah digunakan untuk menipu kandidat yang mengikuti ujian masuk kedokteran," kata Kementerian Pendidikan India dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Selasa (16/6/2026).
Sebelumnya, beredar bahwa soal ujian kedokteran di India telah bocor. Menurut The Times of India, insiden tersebut dengan cepat memicu kontroversi di India, menimbulkan kekhawatiran tentang keadilan salah satu ujian masuk terpenting di India.
Di bawah tekanan dari publik dan para kandidat, Otoritas Pengujian Nasional (National Testing Agency/NTA) India memutuskan untuk mengadakan ujian ulang pada 21 Juni 2026.
(chd/mij)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)






