Sambut 1 Muharram, Begini Perayaan Tahun Baru Islam di AS-Arab

4 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

16 June 2026 11:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun Baru Islam atau 1 Muharram menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di berbagai negara. Di Indonesia, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa (16/6/2026).

Dalam kalender Islam, pergantian hari dimulai setelah Maghrib. Karena itu, suasana penyambutan Tahun Baru Islam biasanya sudah terasa sejak malam sebelumnya.

Tahun Baru Islam sendiri berkaitan erat dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada 622 Masehi. Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah Islam karena menandai awal terbentuknya masyarakat Muslim di Madinah.

Kemudian pada 639 Masehi, Khalifah Umar bin Khattab menetapkan sistem kalender Hijriah. Sejak saat itu, Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender Islam.

Di berbagai negara, Tahun Baru Islam diperingati dengan cara berbeda. Ada yang menggelar doa bersama, pawai, berbagi makanan, hingga pertunjukan budaya.

Berikut sejumlah tradisi perayaan Tahun Baru Islam di berbagai negara.

1. Indonesia

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak tradisi dalam menyambut Tahun Baru Islam. Setiap daerah bahkan memiliki cara masing-masing yang dipengaruhi oleh budaya lokal.

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah pawai obor. Tradisi ini biasanya dilakukan pada malam 1 Muharram. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berjalan keliling kampung atau kota sambil membawa obor dan melantunkan selawat.

Kirab malam 1 Suro. (File Photo Detik Jateng/Tara Wahyu NV)Kirab malam 1 Suro. (File Photo Detik Jateng/Tara Wahyu NV) Foto: Kirab malam 1 Suro. (File Photo Detik Jateng/Tara Wahyu NV)

Selain itu, ada juga tradisi Bubur Suro yang banyak ditemukan di Jawa Barat dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Dalam tradisi ini, masyarakat membuat bubur merah dan putih, lalu menyantapnya bersama-sama atau membagikannya kepada warga sekitar.

Di Keraton Surakarta, ada pula tradisi Kirab Kebo atau arak-arakan kerbau pada malam 1 Suro. Kerbau pusaka milik keraton diarak keliling kota dan biasanya diikuti oleh keluarga keraton serta masyarakat.

2. Arab Saudi

Arab Saudi juga menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh suka cita. Masyarakat biasanya saling mengirim ucapan, doa, dan harapan baik untuk memasuki tahun yang baru.

Di Jeddah, ada tradisi unik berupa meminum segelas susu pada pagi hari. Susu yang berwarna putih dimaknai sebagai simbol kebersihan, kesucian, dan harapan agar tahun baru dijalani dengan hati yang lebih baik.

Tradisi ini menjadi salah satu cara masyarakat memaknai Tahun Baru Islam sebagai momen untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru.

3. Mesir

Mesir juga memiliki cara tersendiri dalam merayakan Tahun Baru Islam. Di negara ini, perayaan biasanya diwarnai dengan berbagai pertunjukan budaya dan kegiatan keagamaan.

Salah satu yang menarik adalah pertunjukan tari sufi tradisional. Tarian ini sering menjadi bagian dari perayaan keagamaan dan budaya di Mesir.

Masyarakat juga mengenakan pakaian baru, bernyanyi, dan berkumpul bersama. Suasana perayaan berlangsung meriah karena Tahun Baru Islam dianggap sebagai momen untuk bersyukur dan menyambut harapan baru.

4. Maroko

Di Maroko, Tahun Baru Islam dirayakan dengan tradisi berbagi makanan. Salah satu tradisi yang dikenal adalah membagikan roti khas Maroko kepada tetangga.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan menjadi simbol kebersamaan. Dengan berbagi makanan, masyarakat menunjukkan rasa syukur sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Selain itu, sebagian masyarakat Maroko juga menggelar kegiatan di ruang terbuka. Mereka menyalakan api di area tertentu dan mengisi perayaan dengan nyanyian atau lantunan lagu sepanjang hari.

5. Amerika Serikat

Tahun Baru Islam di Amerika Serikat tidak menjadi hari libur nasional. Sebab, Islam bukan agama mayoritas di negara tersebut.

Meski begitu, umat Muslim di AS tetap memperingatinya dengan kegiatan keagamaan. Mereka biasanya datang ke masjid untuk mengikuti kajian, doa bersama, atau kegiatan komunitas.

Setelah itu, sebagian keluarga Muslim berkumpul di rumah untuk makan bersama. Momen ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga dan komunitas Muslim di tengah masyarakat yang beragam.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |