Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat inflasi tahunan Turki naik menjadi 32,37% pada April, naik dari 30,9% pada Maret. Angka ini di atas ekspektasi, sebagaimana ditunjukkan data resmi Senin (4/5/2026).
Menurut badan statistik TUIK, secara bulanan, harga konsumen naik 4,18%, meningkat dari 1,9% pada Maret. Kenaikan didorong oleh kenaikan harga perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya.
Angka-angka tersebut dipersoalkan oleh ekonom independen dari Kelompok Penelitian Inflasi (ENAG), yang memperkirakan bahwa harga konsumen naik 55,38% secara tahunan pada April. ENAG secara teratur menantang data inflasi resmi.
Turki telah bergulat dengan inflasi dua digit sejak 2019, dengan inflasi tahunan tetap di atas 30% selama empat tahun terakhir. Inflasi bahkan sempat mencapai puncaknya di atas 75% pada Mei 2024 sebelum mulai mereda.
(sef/sef)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509184/original/062087100_1771660915-20260220AA_Jean_Mota-3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249375/original/065795600_1749635323-viet_3.jpg)