Ini Alasan Google Cs Lebih Pilih 'Tanam Duit' di Malaysia Ketimbang RI

15 hours ago 15

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengungkapkan faktor sumber daya manusia menjadi alasan perusahaan raksasa teknologi kecerdasan buatan (AI) dunia seperti Google, Amazon, Nvidia, hingga Alibaba memilih Malaysia untuk investasi ketimbang Indonesia.

Raksasa teknologi seperti Google, Amazon, Nvidia, hingga Alibaba, ramai-ramai membangun data center di Malaysia, tepatnya di kawasan Johor.

Kebutuhan data center makin krusial untuk menyokong teknologi komputasi cloud dan kecerdasan buatan (AI) yang digadang-gadang sebagai pendorong ekonomi digital masa depan.

Kawasan Asia Tenggara sendiri dilirik karena kapasitas lahan, listrik, dan air yang masih melimpah untuk membangun infrastruktur data center. Padahal sumber daya tersebut dimiliki Indonesia lebih banyak ketimbang negara tetangga.

Rupanya mereka juga melihat ketersediaan sumber daya manusia yang bisa mengoperasikan teknologi tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan.

"Sebenarnya kalau untuk yang high-tech, yang menjadi isu pertama bagi mereka adalah tentang ketersediaan sumber daya manusia. Jadi ketika mereka ingin masuk dengan membawa teknologi, itu memang teknologinya milik mereka. Tetapi ada kemampuan dasar dari sumber daya manusia yang bisa mengoperasikan teknologi tersebut," ucapnya saat ditemui di Wisma Danantara, jakarta pada Jumat (9/1/2026).

Lebih tajam, Nurul mengatakan para perusahaan raksasa teknologi tersebut melihat tingkatan lulusan perguruan tinggi di bidang komputer. Hal ini yang kemudian dimenangkan oleh Malaysia.

"Kalau yang saya sempat dengar, bahwa mereka memilih Malaysia salah satunya karena mereka mendata berapa master, berapa PhD yang tersedia di Indonesia dan di Malaysia sesuai dengan kebutuhan mereka. Ya, suka tidak suka ternyata dari hasil observasi mereka, Malaysia lebih punya banyak PhD di bidang komputer itu dan juga masa di bidang itu," kata Nurul.

"Nah, ini yang sekarang harus jadi tantangan kita ke depan bahwa kita butuh mulai mengatur strategi penciptaan sumber daya manusia kita berbasis STEM (Science Technology, Engineering, or Mathematics). Jadi ke depan harusnya STEM itu menjadi arus utama bagi peningkatan sumber daya manusia.," sambungnya.

(ras/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |