Ini Deretan Negara yang Borong Emas di November 2025, Ada Indonesia!

8 hours ago 5

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

11 January 2026 10:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren memborong emas oleh bank sentral di berbagai negara terus berlanjut sampai November 2025. Bank Indonesia (BI) pun juga tidak kalah.

Mengacu data World Gold Council (WGC) yang rilis pada 6 Januari 2026, menyatakan bank sentral global tercatat melakukan pembelian bersih emas sebesar 45 ton pada November 2025. Nilai ini mengakumulasi net buy emas selama 11 bulan pertama di 2025 sebanyak 297 ton.

National Bank of Poland membeli 12,4 ton, menjadi pembeli terbesar pada November 2025. Bulan sebelumnya, Polandia juga tercatat sebagai pembeli terbesar sebanyak 15,6 ton.

Secara total cadangan emas Polandia naik menjadi 543 ton, setara hampir 28% dari total cadangan devisa mereka.

Di urutan kedua, ada Central Bank of Brazil yang menambah 11,3 ton pada November 2025, lebih rendah dari bulan lalu yang membeli emas sebanyak 16 ton. Karena ini posisi Brazil disalip Polandia sebagai pembeli emas terbesar terkini.

Meski begitu, Brazil sudah tiga bulan beruntun beli emas, dalam periode tersebut 43 ton emas telah diakumulasi.

Posisi selanjutnya ada Central Bank of Uzbekistan yang membeli 9,6 ton dan National Bank of Kazakhstan menambah delapan ton. Selanjutnya ada bank sentral Turki yang mengakumulasi 4,9 ton, diikuti Kyrgyzstan dan Republik Ceko, masing-masing 1,80 ton dan 1,60 ton.

China menyusul dengan akumulasi 0,90 ton, sementara Indoneesia diurutan selanjutnya membeli emas sebanyak 0,60 ton. Filipina dan Mesir menyusul dengan membeli logam mulia masing-masing 0,40 ton dan 0,30 ton. Terakhir ada Mongolia, Serbia, dan Singapura masing-masing beli 0,10 ton.

Di sisi lain, pada November ada dua negara yang mencatat penjualan emas. Pertama, Yordania menjual emas sebanyak 1,8 ton , lalu dikuti Qatar sebanyak 0,6 ton.

Sementara itu, dari sisi cadangan emas, negeri Paman Sam tetap menempati urutan pertama cadangan mencapai 8.133,5 ton, jauh meninggalkan negara lain dan menegaskan dominasinya.

Di posisi kedua, Jerman memiliki cadangan sebesar 3.350,3 ton, disusul oleh IMF dengan 2.814,0 ton, yang mencerminkan peran penting lembaga multilateral dalam struktur keuangan global.

Negara-negara Eropa masih mendominasi jajaran atas, dengan Italia dan Prancis yang masing-masing menyimpan 2.451,9 ton dan 2.437,0 ton, sementara Rusia berada sedikit di bawahnya dengan 2.326,5 ton.

China berada sangat dekat dengan Rusia, dengan cadangan 2.305,4 ton, menunjukkan posisi China yang kuat namun masih berada di bawah negara-negara Barat utama.

Pada lapisan berikutnya, Swiss tercatat memiliki 1.039,9 ton, kemudian India dengan 880,2 ton, dan Jepang 846,0 ton. Berikut rincian lengkap-nya:

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
| | | |