Jakarta, CNBC Indonesia - Israel mulai berkomentar tentang situasi Iran. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia berharap Iran akan segera terbebas dari apa dirinya gambarkan sebagai "kutukan tirani".
Iran telah dilanda protes mematikan selama beberapa hari, yang awalnya dipicu oleh kemarahan atas meningkatnya biaya hidup. Namun saat ini, protes berkembang menjadi gerakan yang lebih luas yang menantang pemerintah teokratis yang telah memerintah negara itu sejak revolusi 1979.
"Kita semua berharap bangsa Persia akan segera terbebas dari belenggu tirani, dan ketika hari itu tiba, Israel dan Iran akan sekali lagi menjadi mitra setia dalam membangun masa depan kemakmuran dan perdamaian bagi kedua bangsa," kata Netanyahu dalam rapat kabinet mingguan, menurut video yang dirilis oleh kantornya, dikutip AFP, Senin (12/1/2026).
"Israel memantau dengan cermat peristiwa di Iran," tambahnya.
"Rakyat Israel dan seluruh dunia kagum dengan keberanian luar biasa warga Iran."
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga mengatakan hal serupa. Di X, ia berujar "mendukung perjuangan rakyat Iran untuk kebebasan dan mendoakan mereka sukses".
"Kami pikir mereka pantas mendapatkan kebebasan... Kami tidak memiliki permusuhan dengan rakyat Iran," lanjutnya.
"Israel justru memiliki masalah besar dengan pemerintah Iran... mengekspor ekstremisme," klaimnya.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa negaranya akan menyerang target militer dan perkapalan Amerika Serikat (AS) jika Iran diserang paman Sam. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa jika AS menyerang, "baik wilayah pendudukan maupun pusat-pusat militer dan perkapalan AS akan menjadi target sah kami".
Komentar tersebut tampaknya merujuk pula pada Israel. Dalam sebuah pernyataan, seorang pejabat militer Israel mengatakan bahwa tentara sedang mengikuti perkembangan di Iran dan "bersiap secara defensif".
"Kami akan siap untuk merespons dengan kekuatan jika perlu," kata pejabat tersebut.
Iran telah berulang kali menyebut AS dan Israel menghasut kerusuhan yang sedang berlangsung dan mencoba untuk merusak persatuan nasional Republik Islam. Iran dan Israel terlibat dalam perang pada bulan Juni yang menyebabkan serangan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran, di mana Amerika sempat bergabung dalam serangan tersebut.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5342106/original/027230600_1757384899-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-20.jpg)