Jakarta Nomor Satu Kalahkan Tokyo, Ibu Kota Negara Miskin Siap Salip

13 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Tokyo kini telah disingkirkan oleh Jakarta dari posisi pertama kota paling padat penduduk di dunia. Jakarta melejit ke posisi puncak karena perubahan cara perhitungan oleh PBB.

Perubahan cara perhitungan populasi kota oleh PBB bahkan membuat Tokyo terlempar ke posisi ke-3. Kota terpadat kedua setelah Jakarta adalah Dhaka di Bangladesh.

Peringkat kota paling padat di dunia dirilis PBB dalam laporan bertajuk World Urbanization Prospects 2025. Dalam perhitungan PBB, populasi Jakarta adalah 42 juta orang, sedangkan Tokyo "hanya" 33 juta orang.

Tokyo sebelumnya selalu menempati posisi pertama sebagai kota populasi terbesar karena ukurannya yang besar dan penduduknya yang tinggal secara berdekatan.

Namun, PBB pada 2025 mengubah cara mereka menetapkan wilayah kota dan perbatasannya.

Ilustrasi deretan gedung perkantoran di Tokyo. (Dok. Freepik)
Ilustrasi deretan gedung perkantoran di Tokyo. (Dok. Freepik)

Wilayah metropolitan Tokyo sebetulnya mencakup wilayah prefektur lain termasuk Kanagawa, Saitama, dan Chiba. Tanpa daerah penyangga tersebut, penduduk Tokyo hanya 14 juta orang.

Dalam laporan 2025, PBB menggunakan metodologi baru yang mendefinisikan wilayah urban tanpa menghiraukan penetapan wilayah kota oleh pemerintah negara setempat. Pendekatan baru ini membuat jumlah penduduk di Jakarta bertambah 30 juta karena memperhitungkan juga penduduk di wilayah Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Di sisi lain, Tokyo juga mengalami "penyusutan" jumlah penduduk bersama kota-kota lain di Jepang. Penyebabnya adalah naiknya usia rata-rata penduduk, angka kelahiran yang rendah, serta tingkat imigrasi yang rendah. Pada 2025, Jepang telah membukukan penurunan populasi selama 16 tahun berturut-turut.

"Dalam 25 tahun terakhir, laju pertumbuhan populasi Tokyo jauh lebih lambat dibanding Jakarta dan Dhaka," tulis laporan PBB.

Dalam daftar 10 kota dengan populasi terbanyak, hanya Tokyo dan Seoul yang membukukan penurunan populasi. Megapolitan lain, terutama di Asia, justru mencatatkan pertambahan penduduk yang makin pesat.

"Pada masa depan, populasi Tokyo diperkirakan menyusut dari 33,3 juta pada 2025 menjadi 30,7 juta pada 2050. Saat itu, posisinya bakal merosot ke-7 di peringkat kota paling banyak populasinya," kata laporan tersebut.

Warga menyaksikan iring-iringan karnaval saat melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (17/8/2025) malam. Acara karnaval ini menjadi pertama kalinya digelar pihak Istana dalam peringatan HUT RI. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Warga menyaksikan iring-iringan karnaval saat melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (17/8/2025) malam. Acara karnaval ini menjadi pertama kalinya digelar pihak Istana dalam peringatan HUT RI. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sementara itu, kota dengan pertumbuhan terpesat adalah Dhaka dan Shanghai. Dhaka diperkirakan bakal melewati posisi Jakarta pada 2050.

Berikut adalah proyeksi 10 kota dengan populasi terbesar pada 2050:

  1. Dhaka (52,1 juta)
  2. Jakarta (51,8 juta)
  3. Shanghai (34,9 juta)
  4. New Delhi (33,9 juta)
  5. Karachi (32,6 juta)
  6. Kairo (32,4 juta)
  7. Tokyo (30,7 juta)
  8. Guangzhou (29,2 juta)
  9. Manila (27,1 juta)
  10. Kalkuta (23,8 juta)

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |