Jakarta, CNBC Indonesia - Pada Kamis hari ini (27/5/2025) akan menjadi perdagangan pasar terakhir pada Maret sekaligus H-1 sebelum lebaran.
Pergerakan pasar akhir-akhir ini terpantau cukup ramai. Pada kemarin nilai transaksi bahkan menembus Rp34 triliun. Nilai transaksi ini bisa dibilang jadi yang tertinggi pada tahun ini, mengingat dalam beberapa bulan ini transaksi sepi dan indeks dalam kecenderungan tren turun.
Namun, dalam perdagangan kemarin ada saham satu emiten yang menyumbang nilai transaksi besar, yaitu PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) yang diperdagangkan di pasar nego secara net sebanyak Rp18,37 triliun.
Transaksi jumbo itu ditengarai merupakan aksi akuisisi PT Confectionery Consumer Products Indonesia (CCPI) sebanyak 90% saham YUPI dari PT Sweets Indonesia (PTSI) dan Daniel Budiman. Dengan demikian, CCPI menjadi pengendali YUPI.
Beralih pada hari ini sampai pukul 10.00 WIB, nilai transaksi masih berada di Rp2,67 triliun, yang melibatkan 3,42 miliar lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 266.943 kali.
Adapun IHSG di waktu yang sama menguat tipis 0,11% menuju posisi 6.477,60. Pada awal sesi, indeks bursa saham itu sempat terkontraksi seiring dengan investor yang mulai take profit.
Namun, perlu dipahami kebanyakan sekuritas memberlakukan T+2 yang artinya, sama saja uang baru bisa diambil setelah lebaran. Memang ada beberapa yang bisa ditarik same day, tetapi memberlakukan bunga yang lebih mahal.
Sementara itu, jika melihat secara historis dalam lima tahun terakhir, rata-rata pergerakan lima hari sebelum lebaran perdagangan pasar saham RI terpantau selalu ramai, selalu di atas Rp10 triliun.
Jika dicermati paling ramai terjadi pada sehari sebelum lebaran 2020, di mana nilai transaksi mencapai lebih dair Rp40 triliun.
Waktu itu IHSG terkerek kabar positif dari Moderna yang mengumumkan hasil positif dari uji klinis tahap awal vaksin COVID-19 mereka, mRNA-1273, yang menunjukkan pembentukan antibodi pada sejumlah peserta uji coba.
Hasil itu menjadi satu titik terang pandemi Covid-19 mereda waktu itu.
Berikutnya, pasar saham ramai jelang lebaran ini pernah terjadi pada 2022, tepatnya tiga hari sebelum hari raya yang mencetak nilai transaksi sampai di atas Rp39 triliun.
Pada waktu itu, indeks pasar saham didukung net foreign buy mencapai Rp19,43 triliun. Masifnya dana asing masuk berkat kinerja solid laporan keuangan berbagai emiten yang berhasil bangkit dari efek pandemi, ditambah ada commodity boom.
CNBC INDONESIA RESEARCH
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.(tsn/tsn)