Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

1 hour ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

21 February 2026 10:00

Jakarta, CNBC Indonesia — Jet Tempur Rafale yang dibeli oleh Indonesia ternyata lebih murah dibandingkan yang akan dibeli oleh India.

Sebagai informasi, jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation asal Prancis yang dinanti-nanti Indonesia telah tiba di Tanah Air sejak pertengahan Januari 2026. Pada gelombang pengiriman pertama, Indonesia menerima 3 unit yang kemudian ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Pesawat tempur generasi 4,5 ini juga disebut telah memasuki tahap serah terima dan sudah mulai dioperasikan oleh TNI AU.

Di balik kedatangan awal tersebut, program akuisisi Rafale Indonesia sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Kesepakatan pembelian pertama kali ditandatangani pada 2022, saat Presiden Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Secara keseluruhan, Indonesia memesan 42 unit Rafale untuk TNI AU. Nilai kontraknya banyak dikutip sekitar US$8,1 miliar, yang jika dihitung sederhana berarti rata rata harga per unit berada di kisaran US$192 juta.

Harga Per Unit Indonesia Lebih Murah Dari India

Perbandingan menjadi menarik ketika angka Indonesia disandingkan dengan rencana India. Melansir berbagai sumber, India saat ini disebut tengah menambah alutsista dengan rencana membeli 114 unit Rafale untuk memperkuat Angkatan Udara India.

New Delhi diperkirakan akan mengalokasikan dana sekitar Rs 3,25 lakh crore atau setara US$35,7 miliar. Jika dibagi per unit, nilainya sekitar US$313 juta per pesawat.

Dengan hitungan kasar tersebut, harga Rafale versi paket India terlihat jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Selisihnya bahkan mencapai sekitar US$121 juta per unit.

Apa yang Membuat Perbedaan Harga Begitu Jauh?

Selisih yang besar ini tidak otomatis berarti India membeli Rafale yang berbeda. Perbedaan utamanya ada pada isi paket pembelian.

Dalam kontrak pengadaan jet tempur, nilai kesepakatan biasanya tidak hanya mencerminkan harga pesawat, tetapi juga berbagai komponen pendukung yang menentukan seberapa cepat dan seberapa siap pesawat bisa digunakan untuk operasional.

1. Paket senjata lebih lengkap dan mahal

Dalam pembelian jet tempur, harga bisa melonjak jika paketnya ikut membawa rudal canggih, amunisi presisi, dan stok awal untuk kebutuhan operasional. Karena itu, yang dibayar bukan hanya unit pesawat, tetapi juga perlengkapan tempurnya.

2. Ada simulator dan paket pelatihan

Jet tempur generasi 4,5 tidak bisa langsung optimal tanpa sistem latihan yang memadai. Full mission simulator, pelatihan pilot dan teknisi, serta perangkat pendukung sering dibundel dalam kontrak. Nilainya besar, tetapi dibutuhkan agar satuan baru bisa lebih cepat siap.

3. Termasuk dukungan jangka panjang dan suku cadang

Paket India umumnya memasukkan suku cadang, kontrak perawatan bertahun tahun, dukungan teknis pabrikan, hingga sistem logistik. Dalam praktiknya, biaya menjaga pesawat tetap siap terbang bisa menyumbang porsi besar dari total nilai kesepakatan.

4. Ada transfer teknologi hingga diproduksi lokal

Jika dalam kontrak pembelian turut memasukkan pembangunan fasilitas, peralatan produksi, sertifikasi, dan penguatan rantai pasok di dalam negeri, maka India bukan hanya membeli pesawat jadi.

India juga membayar untuk membangun kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Konsekuensinya, harga rata rata per unit terlihat lebih tinggi. Jadi, perbedaan harga Rafale Indonesia dan India lebih mencerminkan perbedaan isi paket.

Pada akhirnya, perbedaan harga Rafale Indonesia dan India lebih mencerminkan perbedaan isi paket. Di sisi Indonesia, rincian kontrak Rafale tidak banyak tersedia di publik, sehingga komponen seperti persenjataan, pelatihan, dukungan logistik, hingga skema kerja sama industri tidak diketahui secara luas.

Sementara itu, India memasukkan biaya senjata, simulator, dukungan jangka panjang, dan aspek industrial dalam satu kontrak. Ini yang membuat harga per unit India tampak jauh lebih mahal meski platform pesawatnya sama.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
| | | |