Jutaan Warga Malaysia Ramai-Ramai Datang ke RI Naik Maskapai Ini

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia AirAsia menutup tahun 2025 dengan jumlah penumpang yang mencapai hampir 6 juta penumpang. Di tengah tren pemulihan industri penerbangan dan pariwisata, maskapai berbiaya hemat ini mengambil peluang pada rute domestik maupun internasional seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan arus wisatawan asing ke Indonesia.

"Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia melayani sekitar 5,9 juta penumpang di jaringan domestik dan internasional. Jika digabungkan dengan kinerja AirAsia Group yang beroperasi di Indonesia, total penumpang yang kami layani mencapai 9,3 juta orang," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman dalam Business Update 2026 di Artikel Senayan, Senin (19/1/2026).

Kontribusi besar datang dari pasar internasional, khususnya wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui jaringan AirAsia. Menurutnya, komposisi penumpang inbound menunjukkan kekuatan konektivitas Indonesia AirAsia di kawasan Asia-Pasifik.

Air Asia planes Airbus A320 parked at tarmac at KLIA2 low cost terminal in Sepang, Malaysia, on Monday, April 27, 2020. AirAsia is on a temporary hibernation to all international and domestic flights due to the ongoing global outbreak of Covid-19. (AP Photo/Vincent Thian)Foto: Ilustrasi Air Asia (AP/Vincent Thian)
Air Asia planes Airbus A320 parked at tarmac at KLIA2 low cost terminal in Sepang, Malaysia, on Monday, April 27, 2020. AirAsia is on a temporary hibernation to all international and domestic flights due to the ongoing global outbreak of Covid-19. (AP Photo/Vincent Thian)

"Wisatawan dari Malaysia masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 40%, disusul Australia 11%, Tiongkok 9%, India 6%, dan Singapura 3%, sementara sisanya berasal dari berbagai pasar lain," kata Achmad.

Dominasi pasar Malaysia tidak terlepas dari kedekatan geografis, tingginya frekuensi penerbangan, serta keterhubungan antarkota yang semakin luas. Kondisi ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong arus wisatawan asing yang lebih merata ke berbagai destinasi di Tanah Air. Saat ini maskapai mengoperasikan puluhan rute yang terintegrasi antara penerbangan internasional dan domestik.

"Kami membangun jaringan melalui 23 rute internasional dan 11 rute domestik, dengan fokus di kota-kota utama seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Medan. Selain itu, konsep Fly-Thru kami dorong agar penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia dengan lebih mudah melalui satu titik transit," jelas Achmad.

Skema konektivitas tersebut tidak hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga membuka akses ke wilayah Indonesia Timur yang selama ini membutuhkan dukungan penerbangan lanjutan.

Sementara itu, pada periode puncak liburan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Di tengah lonjakan permintaan, Indonesia AirAsia menjaga tingkat keterisian dan operasional penerbangan tetap optimal. Penyesuaian frekuensi penerbangan dilakukan di sejumlah rute dengan permintaan tinggi untuk memastikan kelancaran mobilitas penumpang selama musim liburan.

"Pada periode 18 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, kami melayani sekitar 481 ribu penumpang dari kapasitas 550 ribu kursi, dengan tingkat keterisian mencapai 85%. Lebih dari 3.000 penerbangan kami operasikan dengan dukungan 24 pesawat aktif dan satu pesawat cadangan," ungkap Achmad.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |