Kecelakaan Pesawat Air India, Bagasi Tersedot Mesin Jet

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Demonstrasi berdarah yang tengah terjadi di Iran membuat pemerintahannya menutup wilayah udara, hingga mengganggu jalur penerbangan negara lain, khususnya India ke Amerika Serikat.

Iran merupakan koridor utama untuk penerbangan jarak jauh antara India dan wilayah Amerika Utara. Akibat penutupan wilayah udara Iran, India terpaksa mengubah rute penerbangan yang telah terjadwal.

"Air India mengonfirmasi bahwa Penerbangan AI101, yang beroperasi dari Delhi ke New York (JFK), terpaksa kembali ke Delhi tak lama setelah lepas landas karena penutupan wilayah udara Iran yang tak terduga, yang berdampak pada rute yang direncanakan," kata juru bicara Air India, sebagaimana dilansir Independent, Jumat (16/1/2025).

Nahas nya, perubahan rute ini diiringi dengan kecelakaan yang dialami pesawat Air India Airbus A350. Pesawat dengan kode penerbangan AI101 dan membawa lebih dari 250 penumpang itu mengalami gangguan setelah salah satu mesin jet menyedot kontainer bagasi saat melaju di landasan pacu bandara Delhi.

"Setelah mendarat di Delhi, pesawat tersebut menabrak benda asing saat melaju di landasan pacu dalam kabut tebal, yang mengakibatkan kerusakan pada mesin kanan," kata juru bicara maskapai.

Maskapai tersebut mengatakan bahwa pesawat telah diposisikan dengan aman di tempat parkir yang telah ditentukan dan semua penumpang beserta awak kabin tidak mengalami cedera.

Pesawat itu telah dihentikan operasinya untuk pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh, yang dapat menyebabkan gangguan pada beberapa rute A350. Air India mengatakan pihaknya sedang mengatur perjalanan alternatif dan pengembalian dana untuk penumpang yang terkena dampak.

"Air India menyesalkan ketidaknyamanan yang dialami penumpang kami dan secara proaktif membantu mereka dengan pengaturan perjalanan alternatif dan pengembalian dana, sesuai keinginan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi Air India, dan maskapai berkomitmen untuk memberikan dukungan selama masa ini," ucap juru bicara maskapai.

Kerusakan mesin terjadi saat pesawat melakukan taxiing - fase penerbangan di mana mesin pesawat beroperasi pada kecepatan rendah tetapi masih menghasilkan daya hisap yang kuat.

Tertelannya benda asing, khususnya peralatan darat seperti kontainer bagasi, dapat menyebabkan kerusakan bilah atau tekanan internal yang tidak selalu langsung terlihat, sehingga memerlukan pemeriksaan terperinci.

Kondisi jarak pandang rendah seperti kabut tebal juga dapat meningkatkan risiko insiden tersebut, sehingga menempatkan tanggung jawab yang lebih besar pada tim penanganan darat untuk memastikan bahwa peralatan diamankan dengan benar dan disingkirkan dari area pergerakan pesawat.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil, badan pengatur penerbangan India, telah melaksanakan penyelidikan untuk menentukan bagaimana kontainer bagasi bisa berada di jalur pesawat saat sedang bergerak di landasan.

Penutupan wilayah udara Iran secara tiba-tiba mengganggu beberapa penerbangan ke arah barat dari India, memaksa maskapai penerbangan untuk memutuskan di tengah penerbangan apakah pengalihan rute layak dilakukan secara operasional. Layanan Air India lainnya ke Newark dan New York juga dibatalkan karena gangguan yang sama.

Sebagaimana diketahui, Kerusuhan di Iran dimulai dengan protes atas kenaikan harga yang melonjak sebelum berubah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi rezim mullah sejak Revolusi Islam 1979.

Kelompok hak asasi manusia HRANA yang berbasis di AS mengatakan bahwa sejauh ini mereka telah memverifikasi kematian 2.435 demonstran dan 153 individu yang berafiliasi dengan pemerintah.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan atas nama para demonstran di Iran, setelah rezim mullah negeri itu menindak keras kerusuhan nasional sejak 28 Desember.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |