Jakarta, CNBC Indonesia - Ambisi Vietnam mencetak pertumbuhan ekonomi dua digit pada 2026 diperkirakan akan membawa konsekuensi besar bagi sektor perbankannya. Fitch Ratings menilai bank-bank di negara tetangga RI itu akan menghadapi tekanan signifikan untuk membiayai ekspansi ekonomi pemerintah.
Fitch Ratings menyebut sistem perbankan Vietnam masih lebih rentan terhadap guncangan eksternal dibandingkan bank-bank di negara-negara tetangganya.
"Bank-bank di Vietnam kemungkinan akan menghadapi tekanan signifikan untuk membiayai dan mendukung perekonomian seiring upaya pemerintah mencapai pertumbuhan dua digit pada 2026," tulis lembaga pemeringkat tersebut dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters, Kamis (6/8/2026).
Pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi yang agresif setelah produk domestik bruto (PDB) negara itu tumbuh 8,18% pada semester I tahun ini. Untuk mencapai sasaran pemerintah, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II harus mencapai sedikitnya 11,9%.
Fitch memperkirakan penyaluran kredit perbankan Vietnam akan meningkat sekitar 18% pada 2026, lebih tinggi dari pedoman pertumbuhan kredit bank sentral sebesar 15%. Menurut Fitch, proyeksi tersebut mencerminkan kuatnya dorongan bank-bank untuk terus memperluas pembiayaan.
Di sisi lain, Fitch mengingatkan bahwa laju pertumbuhan kredit yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan simpanan berpotensi memperketat likuiditas perbankan sekaligus menekan margin bunga bersih.
"Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan bank domestik dalam memenuhi tingginya permintaan kredit dari dunia usaha maupun perorangan semakin tertekan," ujar lembaga itu.
Meski demikian, Fitch masih memproyeksikan ekonomi Vietnam akan tumbuh 6,8% pada 2026 dan 6,7% pada 2027. Pertumbuhan tersebut diperkirakan ditopang oleh peningkatan investasi di sektor infrastruktur.
Sebagai bagian dari strategi mencapai target pertumbuhan tinggi, pemerintah Vietnam juga telah menaikkan target investasi infrastruktur menjadi setara 7% dari PDB. Fitch menilai belanja infrastruktur akan menjadi salah satu mesin utama yang menopang ekspansi ekonomi negara tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4936730/original/025851900_1725466519-1725444595272.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393838/original/002135200_1761616295-SnapInsta.to_572361050_18431712469108400_6389749718744703427_n.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554928/original/044276700_1776137094-u-17.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3989263/original/000498500_1649402021-Timnas_Indonesia_-_Ricky_Kambuaya._dan_Marc_Klok_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550399/original/004773400_1775690155-KEN01461.jpg)
