Jakarta, CNBC Indonesia - Kota Padang mengalami dua kondisi alam yang bertolak belakang dalam rentang waktu berdekatan. Di penghujung 2025, banjir bandang melanda sejumlah wilayah, sementara memasuki awal 2026, Sungai Batang Kuranji justru menunjukkan debit air yang menipis.
Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Universitas Andalas, Dian Fiantis, menjelaskan bahwa banjir bandang pada akhir 2025 dipicu hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar yang mengguyur wilayah hulu Batang Kuranji.
Berdasarkan data Global Precipitation Measurement - Integrated Multi-satellite Retrievals for GPM (GPM IMERG), akumulasi curah hujan di hulu Batang Kuranji pada 19-25 November 2025 tercatat melampaui 500 milimeter, kemudian disusul hujan tambahan sebesar 190 milimeter hanya dalam dua hari, yakni 26-27 November 2025.
"Dalam bahasa hidrologi, angka ini bukan sekadar statistik hujan," tulis Dian, dalam artikel bertajuk "Mengapa Batang Kuranji Mengering Saat Hujan Berhenti?", dikutip dari laman resmi Universitas Andalas, Kamis (5/2/2026).
Dia menjelaskan, ini adalah proses pelan namun pasti ketika tanah di lereng-lereng Bukit Barisan dipaksa menerima air melampaui kapasitas alaminya.
Hari demi hari, pori-pori tanah yang biasanya bekerja seperti spons raksasa terisi penuh. Air tidak lagi meresap dengan tenang ke dalam profil tanah, tetapi mulai mencari jalan di permukaan, menyatukan diri menjadi aliran-aliran kecil yang kian membesar.
Kondisi tersebut membuat air berubah menjadi limpasan permukaan dan mempercepat aliran menuju sungai. "Maka yang terjadi bukan sekadar banjir, melainkan respons bentang alam terhadap akumulasi air yang telah melampaui ambang keseimbangannya," jelasnya.
Luapan Batang Kuranji merendam permukiman di Kecamatan Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara. Material sedimen dari hulu turut terbawa dan mengendap di dasar sungai, meningkatkan elevasi sungai sekitar satu hingga dua meter.
Kekeringan Menghadang
Namun, beberapa minggu setelah hujan berhenti, kondisi sungai berubah drastis. Aliran Batang Kuranji menipis dan batu-batu di dasar sungai mulai tersingkap. "Alurnya melebar, tetapi dangkal, dan air mengalir tipis seakan-akan sungai ini sedang 'kurus'," tulis Dian.
Ia menegaskan, fenomena ini tidak semata-mata disebabkan oleh minimnya hujan. Dari sudut pandang hidrologi daerah aliran sungai (DAS), penyebab utamanya justru bermula dari wilayah hulu.
Dian menjelaskan bahwa hulu Batang Kuranji secara alami berfungsi sebagai "spons raksasa" yang menyerap dan menyimpan air hujan, lalu melepaskannya perlahan sebagai aliran dasar atau baseflow. Namun, fungsi alami ini melemah akibat perubahan tutupan lahan.
"Tutupan lahan berubah-hutan berganti kebun campuran, ladang, jalan, dan permukiman-sehingga tanah tak lagi mampu menahan air seperti dahulu," jelasnya.
Akibatnya, air hujan lebih cepat mengalir di permukaan dan tidak sempat tersimpan sebagai cadangan air tanah.
Sedimentasi dari lereng yang terbuka juga mempercepat pendangkalan sungai. Secara kasatmata, sungai tampak kekurangan air, padahal sebagian masalahnya berasal dari perubahan bentuk alur akibat endapan material.
Di beberapa segmen, Batang Kuranji bahkan mengalami fenomena losing stream. Dian menjelaskan, ketika simpanan air tanah menyusut, air sungai justru meresap ke bawah mengisi akuifer.
"Pada saat itulah sungai berubah peran menjadi losing stream," tulisnya.
Akibatnya, debit yang terlihat di permukaan berkurang nyata. Air seolah "menghilang" di tengah alur, dan bagian hilir menerima aliran yang jauh lebih kecil tanpa adanya sadap besar yang terlihat. Gejala ini lazim pada DAS vulkanik ketika baseflow melemah dan muka air tanah turun.
Baseflow adalah aliran dasar sungai yang berasal dari pelepasan air tanah ke badan sungai. Ia bekerja sunyi, lambat, dan stabil, menjaga sungai tetap mengalir meski hujan telah lama berhenti.
"Ketika baseflow melemah, sungai kehilangan 'tabungan' airnya dan menjadi sangat bergantung pada hujan sesaat," kata Dian.
Data GPM IMERG mencatat curah hujan harian di hulu Batang Kuranji pada 12-26 Januari 2026 hanya berkisar 0-24 milimeter, dengan rata-rata 7,30 milimeter per hari. Curah hujan ringan ini dinilai belum cukup untuk mengisi kembali cadangan air bawah tanah yang telah menurun.
Dampaknya mulai dirasakan warga, mulai dari menghilangnya mata air kecil di kaki lereng hingga sumur warga yang perlahan mengering. Bahkan, pasokan air bersih dari jaringan PDAM turut terdampak.
Menurut Dian, kondisi Sungai Batang Kuranji yang tampak "kurus" sejatinya merupakan peringatan dari wilayah hulu.
"Solusinya tidak berada di hilir, melainkan di perbukitan tempat setiap tetes hujan pertama kali jatuh," tulisnya.
Ia menekankan pentingnya pemulihan tutupan vegetasi, pengendalian erosi, perlindungan zona mata air, serta penataan kembali pemanfaatan air.
"Jika fungsi spons DAS dipulihkan, Batang Kuranji akan kembali memiliki tabungan airnya -tak lagi tampak kurus di musim kering dan tak mudah meluap saat musim hujan." pungkasnya.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)