Kementan Lagi Siapkan Cetak Sawah Ribuan Hektare, Ini Titik Lokasinya

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian mengungkapkan saat ini tengah menggenjot program cetak sawah di beberapa daerah di Papua, guna memperkuat ketahanan pangan Papua dan mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah Papua.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan sejumlah wilayah yang akan dibentuk lahan persawahan yakni Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Papua Pegunungan.

"Kementan sekarang sudah mulai cetak sawah di Papua. Jadi sudah beberapa bupati, hampir kemarin kan kita ada rapat dari Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan dan lain-lain, itu semua kumpul dan kita fokus untuk pemenuhan pangan di tanah Papua," kata Sudaryono saat ditemui wartawan di kantor Kemenko Pangan, Senin (12/1/2026).

Terkait dengan berapa luas sawah yang akan dicetak, Sudaryono mengatakan akan mengikuti usulan dari Bupati. Ia juga menjelaskan program cetak sawah ini akan menggunakan dana APBN yang sudah disiapkan oleh Kementan sebelumnya.

"Kita sesuai dengan usulan dari bupati-bupati Papua. Ada yang satu kabupaten 3.000 hektare, ada yang 5.000 hektare, ada yang 10.000 hektare, itu kita kita ikuti usulan dari para bupati," lanjut Sudaryono.

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengatakan program cetak sawah ini akan menjadi lanjutan dari tahun 2025 yang telah menargetkan 225 ribu hektare.

"Insyaallah cetak sawah tahun depan kita upayakan 400 ribu hektare. Tahun ini, 225 ribu hektare dan Insyaallah tahun berikutnya kita akan lanjutkan," ujar Amran saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Amran menjelaskan, target 400 ribu hektare itu sudah termasuk dalam program food estate yang akan dikembangkan di beberapa wilayah strategis.

"Ya, termasuk food estate di Papua, dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan di Sumatra Selatan," katanya.

Ia menambahkan, anggaran yang disiapkan untuk program cetak sawah tersebut mencapai hampir Rp10 triliun.

"Kurang lebih (anggarannya) hampir Rp10 triliun," ungkap dia.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |