Kenangan Jalan Gang: Reply 1988 dan APT

23 hours ago 2

Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com

"Reply 1988", drama Korea yang terkenal di Indonesia saat pertama tayang pada 2015, merayakan hari jadinya yang ke-10 tahun. Para aktor dan aktris berkumpul kembali untuk reuni dan membuat video musik untuk salah satu original soundtrack (OST) drama tersebut, yaitu "Hyehwadong (or Ssangmundong)" pada bulan Desember lalu. Video yang diunggah di platform YouTube tersebut dibanjiri oleh banyak komentar dari penggemar Indonesia, diantaranya adalah "serasa kembali ke masa lalu", "kangen", "sepi", "nangis", dan lain sebagainya. Tidak hanya penonton Korea, "Reply 1988" juga berhasil meninggalkan kesan mendalam dan menyentuh hati para penonton dari Indonesia.

Reply 1988 menceritakan tentang kehidupan bertetangga warga Ssangmundong, sebuah daerah di Seoul, di tahun 1988. Tahun tersebut menyimpan berbagai peristiwa bersejarah di Korea, seperti Seoul Olympic 1988, peralihan demokratisasi, serta perkembangan ekonomi. Di tengah-tengah itu, drama ini menampilkan kerukunan antar tetangga dan eratnya persahabatan antara anak-anak remaja yang tinggal di jalan gang sebuah kampung yang menjadi poin nostalgia dari era tersebut. Selain itu, jalan gang (golmok) merupakan tempat yang penuh kenangan dan juga menggambarkan emosi unik mereka, yaitu 'jeong'. Sama halnya seperti yang ditunjukkan di Squid Game Season 1 dimana para tokoh memainkan permainan melempar kelereng di jalan gang.

Teman Indonesia saya menyukai "Reply 1988" karena mengingatkannya akan jalan gang di masa kecilnya. Kenangan bermain di gang sepulang sekolah dan pulang saat dipanggil ibu untuk makan malam ternyata juga dimiliki oleh orang Indonesia.

Salah satu hal yang membuat "Reply 1988" sangat disenangi di Korea adalah memori jalan gang. Dewasa ini, 50% masyarakat korea tinggal di apartemen. Rumah-rumah dan jalan gang kini telah beralih menjadi komplek apartemen. Daerah-daerah terbelakang yang masih memiliki gang terancam untuk dimusnahkan untuk penataan kembali. Apabila tinggal di apartemen, kita tidak bercengkrama dengan tetangga sehingga kita cenderung tidak mengenal siapa yang tinggal di samping kita. Selain itu, masalah polusi suara dari unit lain kerap menimbulkan perseteruan antar tetangga.

Apabila "Reply 1988" melambangkan kenangan jalan gang dari tahun 1980an, lagu "APT" yang dinyanyikan oleh Rosé dan Bruno Mars merepresentasikan masyarakat modern Korea.

Melalui kekuatan budaya, masyarakat Indonesia dapat memahami sentimen dan kehidupan bermasyarakat di Korea. Saya harap kedepannya masyarakat Korea juga berkesempatan untuk memahami Indonesia melalui drama, film, atau musik Indonesia.


(hsy)

Read Entire Article
| | | |