Kota Paling Dingin di Dunia, Suhu Drop -64 Derajat Celcius

14 hours ago 15

Jakarta, CNBC Indonesia - Bumi menyimpan banyak wilayah bersuhu ekstrem. Namun, jika berbicara tentang kota terdingin di dunia pada 2025, jawabannya bukan di Kutub Utara atau Antartika, melainkan di Rusia.

Melansir Science Focus BBC, kota tersebut adalah Yakutsk, yang tercatat sebagai kota terdingin di dunia dengan populasi besar. Rekor suhu terendah di Yakutsk terjadi pada 5 Februari 1891, mencapai -64,4°C. Pada Januari 2025, suhu rata-rata terendah di kota ini berada di kisaran -42°C, dengan paparan sinar matahari kurang dari empat jam per hari.

Fish vendors Marina Krivolutskaya and Marianna Ugai pose for a picture at an open-air market on a frosty day in Yakutsk, Russia, January 15, 2023. Yakutsk, one of the Russia's north-most cities, is hit by an extreme cold snap as the air temperature on Sunday (January 15) plunged as low as minus 51 degrees Celsius (minus 59.8 degrees Fahrenheit). REUTERS/Roman KutukovFoto: REUTERS/ROMAN KUTUKOV
Fish vendors Marina Krivolutskaya and Marianna Ugai pose for a picture at an open-air market on a frosty day in Yakutsk, Russia, January 15, 2023. Yakutsk, one of the Russia's north-most cities, is hit by an extreme cold snap as the air temperature on Sunday (January 15) plunged as low as minus 51 degrees Celsius (minus 59.8 degrees Fahrenheit). REUTERS/Roman Kutukov

Meski suhu ekstrem pada musim dingin, Yakutsk justru dapat terasa panas saat musim panas. Pada bulan Juli, suhu rata-rata tertingginya mencapai 26°C, bahkan lebih hangat dibandingkan London pada periode yang sama.

Sepanjang tahun, Yakutsk mengalami perbedaan suhu yang sangat kontras. Pada musim dingin, suhu bisa turun hingga -35 sampai -42 derajat Celsius, sementara pada musim panas suhu dapat melonjak hingga di atas 20 derajat Celsius.

Saat ini, Yakutsk dihuni oleh sekitar 355.000 penduduk, hampir setara dengan populasi Sukabumi di Jawa Barat.

Mengapa Yakutsk Sangat Dingin?

A pedestrian crosses a road on a frosty day in Yakutsk, Russia, January 15, 2023. Yakutsk, one of the Russia's north-most cities, is hit by an extreme cold snap as the air temperature on Sunday (January 15) plunged as low as minus 51 degrees Celsius (minus 59.8 degrees Fahrenheit). REUTERS/Roman KutukovFoto: REUTERS/ROMAN KUTUKOV
A pedestrian crosses a road on a frosty day in Yakutsk, Russia, January 15, 2023. Yakutsk, one of the Russia's north-most cities, is hit by an extreme cold snap as the air temperature on Sunday (January 15) plunged as low as minus 51 degrees Celsius (minus 59.8 degrees Fahrenheit). REUTERS/Roman Kutukov

Meski bukan kota yang paling dekat dengan Kutub Utara, Yakutsk tetap menjadi yang terdingin karena beberapa faktor utama. Pertama, lokasinya berada jauh di daratan, sekitar 725 kilometer dari Laut Okhotsk, sehingga tidak mendapat pengaruh moderasi suhu dari laut.

Kedua, Siberia mengalami sistem tekanan tinggi bernama Siberian High pada musim dingin, yang membawa massa udara Arktik dan menyebabkan periode dingin ekstrem berkepanjangan. Ketiga, Yakutsk hanya menerima kurang dari empat jam cahaya matahari per hari selama musim dingin.

Keempat, kota ini dibangun di atas permafrost permanen, yaitu tanah yang membeku sepanjang tahun dan memperkuat suhu ekstrem di wilayah tersebut. Sebagian besar penduduk Yakutsk bekerja di perusahaan Alrosa, pengelola salah satu tambang berlian terbesar di dunia, yang menjadi tulang punggung ekonomi kota ini.

Meski Yakutsk memegang gelar kota terdingin, rekor tempat berpenghuni terdingin di dunia dipegang oleh desa kecil bernama Oymyakon, juga di Rusia. Desa terpencil berpenduduk sekitar 500 orang ini pernah mencatat suhu terendah hingga -71,2°C.

Kondisi ekstrem tersebut membuat kendaraan yang diparkir di luar rumah harus terus menyala. Jika mesin dimatikan, kendaraan bisa membeku dan tidak dapat dinyalakan kembali.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |