Krisis Dunia Sudah Sampai ke RI, Harga HP Vivo Bakal Naik di 2026

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelangkaan chip memori menjadi perhatian dunia saat ini. Permintaan yang membludak untuk chip terkait kecerdasan buatan (AI), membuat para produsen chip 'mengesampingkan' produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen seperti HP, komputer, dan peralatan rumah tangga.

Alhasil, krisis chip yang membuat harga komponen naik, diperkirakan akan berdampak pada harga jual perangkat elektronik di 2026. Salah satu yang akan melakukan penyesuaian harga jual adalah pabrikan HP China, vivo.

Pihak vivo Indonesia mengatakan kepada CNBC Indonesia bahwa pihaknya akan menaikkan sejumlah perangkat yang dipasarkan di Indonesia. 

"Betul, beberapa product vivo akan ada penyesuaian harga yang merupakan hasil dari pertimbangan menyeluruh terhadap berbagai faktor, termasuk pengelolaan biaya komponen," kata PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara kepada CNBC Indonesia, saat dihubungi Rabu (14/1).

Kebijakan tersebut tidak diterapkan secara menyeluruh, tetapi kenaikannya berbeda-beda untuk setiap segmen pada seri produk tertentu. Sebab, Alexa menjelaskan setiap seri memiliki spesifikasi, struktur biaya dan segmentasi pasar yang berbeda.

Jadi, Alexa menambahkan pendekatan yang digunakan bersifat selektif. Lebih lanjut, Alexa mengatakan produk refurbished yang dijual resmi oleh vivo Indonesia tidak terdampak kebijakan.

"Untuk refurbished products yang kami jual secara resmi, tidak ada penyesuaian harga," ungkapnya.

Alexa juga menambahkan setiap keputusan mempertimbangkan kondisi industri dan keberlanjutan kualitas produk serta layanan.

Kebijakan dilakukan secara bertahap. Alexa memastikan akan mempertimbangkan kesiapan pasar dan kepentingan konsumen.

"Setiap langkah pastinya dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan pasar serta kepentingan konsumen. Yang pasti, prioritas kami adalah untuk menjaga keseimbangan antara kualitas product, inovasi teknologi dan layanan aftersales," jelas Alexa.

Kenapa Krisis Chip Terjadi?

Perlu diketahui, permintaan chip memori meningkat drastis lantaran perkembangan teknologi AI yang makin kencang. Chip AI berbeda dengan chip konvensional yang dibutuhkan untuk mengembangkan perangkat elektronik konsumen.

Para produsen chip dilaporkan memprioritaskan produksi chip memori tingkat tinggi (HBM) untuk AI, sehingga mengesampingkan produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik.

Hal ini membuat harga melambung, sehingga pabrikan perangkat elektronik menghadapi dilema, antara menaikkan harga jual untuk konsumen, atau menekan harga sembari tidak menawarkan peningkatan hardware untuk produk baru.

Analis dari Morningstar dan JP Morgan memperkirakan kenaikan harga chip memori bakal terus berlanjut hingga 2027 mendatang.

Para analis mengemukakan kemungkinan setiap perusahaan perangkat elektronik harus meningkatkan harga jual antara 5% hingga 20%.

TrendForce mengatakan harga rata-rata DRAM naik 50 hingga 55% pada kuartal IV-2025 dibandingkan periode sebelumnya.

Kedua perusahaan yang mendominasi pasar DRAM, Samsung dan SK Hynix mengungkapkan pesanan 2026 telah melebih kapasitas. Samsung diketahui juga telah menaikkan beberapa harga chip memori mencapai 60%.

"Permintaan server terkait AI terus bertumbuh dan melebihi suplai industri," kata eksekutif Samsung, Kim Jae-june, dalam laporan kinerja perusahaan pada Oktober 2025.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |