'Krisis Energi Momentum Benahi Subsidi agar Tepat Sasaran'

13 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno setuju dengan rencana pemerintah melaksanakan kebijakan Work From Home (WFH) selama satu hari dalam seminggu merespons perang Iran-Israel-AS yang berkepanjangan. Selain itu, Eddy juga menyampaikan pentingnya desain kebijakan energi dipersiapkan secara konsisten untuk jangka panjang.

Menurut Eddy, WFH adalah salah satu "aksi cepat" yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu. Namun ke depannya, pembenahan subsidi energi merupakan prioritas penting yang tidak boleh ditunda lagi.

"Lonjakan harga minyak global akan berdampak pada meningkatnya beban subsidi energi dan mempersempit ruang fiskal negara. Karena itu, kita perlu bergegas untuk melakukan pembenahan subsidi energi agar tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Eddy seperti dikutip siaran pers, Kamis (26/3/2026).

"Membenahi subsidi energi adalah jalan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat yang paling membutuhkan dan meminimalisir segala potensi subsidi salah sasaran ketika subsidi justru diterima oleh mereka yang mampu," lanjutnya.

Wakil Ketua Umum DPP PAN itu menyampaikan bahwa sejak awal dirinya terus mendorong pembenahan subsidi energi sebagai solusi mengurangi beban APBN. Apalagi berbagai data menunjukkan mayoritas pengguna pertalite, solar dan LPG bersubsidi adalah masyarakat kalangan mampu yang tidak berhak.

"Menata kebijakan subsidi energi harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Saya sampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa bahwa ketahanan energi tidak hanya berbicara soal ketersediaan dan keandalan pasokan, tetapi juga tentang efektivitas negara mengelola sumber daya energi secara adil, efisien dan berkelanjutan," tegasnya.

Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu kembali menegaskan pentingnya pengalihan anggaran subsidi yang tidak tepat sasaran ke sektor yang lebih produktif, termasuk pengembangan energi baru terbarukan. Ia menilai  langkah ini bukan hanya penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal, tetapi juga untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi energi yang lebih mandiri di masa depan.

"Subsidi energi harus menjadi instrumen yang tepat sasaran dan sangat bisa dialihkan untuk pengembangan energi terbarukan untuk menjamin keandalan energi nasional ke depannya. Ini sesuai dengan visi Presiden Prabowo untuk wujudkan ketahanan energi," katanya.

(miq/miq)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |