Mencekam! Polisi Diserang secara Brutal, 2 Tewas-Satu Kritis

3 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi penembakan brutal yang menyasar aparat penegak hukum mengguncang wilayah Côte-des-Neiges, distrik terpadat di kota Montreal, Kanada. Insiden berdarah yang terjadi pada Senin (22/6/2026) siang waktu setempat tersebut menewaskan dua orang, termasuk seorang perwira polisi senior.

Mengutip CNN International, Selasa (23/06/2026), peristiwa mencekam ini berakhir setelah terjadi baku tembak sengit antara petugas keamanan dengan pelaku yang akhirnya tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Kepolisian Montreal, Fady Dagher, mengonfirmasi bahwa seorang polwan juga dilarikan ke rumah Selatan dalam kondisi kritis, namun saat ini kondisinya telah dinyatakan stabil. Sementara itu, seorang warga sipil dilaporkan mengalami luka ringan.

"Peristiwa ini tampaknya merupakan sebuah penyergapan yang terencana," ungkap seorang sumber penegak hukum Kanada saat memaparkan analisis awal terkait taktik serangan pelaku di lapangan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami sebuah dokumen manifes setebal lebih dari 100 halaman yang diduga kuat ditulis oleh pelaku sebelum melancarkan aksinya. Berdasarkan keterangan dari sumber internal kepolisian, dokumen tersebut secara garis besar berisikan propaganda yang menganut ideologi incel.

Kawasan Côte-des-Neiges, yang terletak kurang dari lima mil dari pusat gedung pencakar langit kota Montreal, selama ini dikenal sebagai zona residensial modern yang tenang dan multikultural, dengan komunitas budaya Yahudi yang kuat. Normalitas yang damai tersebut seketika runtuh total setelah warga diperintahkan untuk mengunci diri di dalam rumah selama berjam-jam selama pengejaran "tersangka bersenjata dan berbahaya".

Menteri Keamanan Publik Quebec, Ian Lafrenière, menyatakan bahwa ini merupakan kasus penembakan polisi pertama di Montreal dalam kurun waktu 24 tahun terakhir. Kronologi kejadian bermula saat petugas merespons panggilan darurat 911 mengenai adanya tembakan dan moncong senjata yang menjulur dari jendela sebuah flat di Décarie Boulevard sekitar pukul 11.35 siang.

"Hari ini, salah satu anggota terbaik kami telah gugur saat menjalankan tugas mulianya untuk melindungi dan melayani masyarakat," kata Dagher kepada awak media dengan nada berduka.

Saat tiba di lokasi, para petugas langsung dihujani tembakan dari arah jalanan. Pihak kepolisian meyakini bahwa pelaku bertindak sendirian tanpa jaringan kelompok tertentu, dan sebuah senjata api laras panjang milik pelaku telah berhasil disita di lokasi kejadian sebagai barang bukti utama.

Sementara itu, Premier Quebec Christine Fréchette menyatakan bahwa dirinya telah meminta Presiden Majelis Nasional untuk mengibarkan bendera Quebec setengah tiang sebagai bentuk penghormatan dan duka cita mendalam bagi korban. Pihak berwenang memastikan bahwa perintah berlindung bagi warga kini telah dicabut, namun masyarakat tetap diimbau untuk menjauhi area penembakan demi kelancaran proses sterilisasi TKP.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |