Menunggu Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Turun 0,3%

4 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026), di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu pengumuman MSCI besok. 

IHSG pada pukul 09.00 WIB dibuka di level 6.096,50 dan bergerak turun ke posisi 6.098,46, terkoreksi 18,23 poin atau -0,30%.

Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat mencapai Rp261,9 miliar dengan volume 293,8 juta saham yang berpindah tangan dalam 39.100 kali transaksi. Sebanyak 201 saham menguat, 177 saham melemah, dan 581 saham bergerak stagnan.

Sebagaimana pengumuman MSCI Classification dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Pelaku pasar menanti nasib pasar Indonesia apakah akan tetap berstatus Emerging Market (EM) atau turun menjadi Frontier Market.

Selain itu, sejumlah sentimen penting diperkirakan akan mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu penurunan harga minyak dunia, stimulus ekonomi pemerintah hingga rencana diversifikasi pembiayaan negara melalui penerbitan Panda Bond.

Kabar paling positif bagi pasar datang dari perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. AS resmi melonggarkan sanksi terhadap Iran selama 60 hari setelah putaran awal perundingan damai menunjukkan kemajuan signifikan.

Respons pasar berlangsung cepat. Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus ditutup turun 3,31% ke level US$77,90 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,32% menjadi US$74,82 per barel.

Penurunan harga minyak menjadi sentimen positif bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak. Harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan inflasi, menjaga stabilitas rupiah, serta memperbaiki prospek fiskal pemerintah.

Dari dalam negeri, pemerintah juga baru mengumumkan paket stimulus ekonomi semester II-2026 senilai Rp26,34 triliun. Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan, program magang nasional, diskon transportasi, subsidi tiket pesawat, hingga insentif bagi sektor industri.

Paket stimulus tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, pasar juga mencermati rencana pemerintah menerbitkan Panda Bond atau surat utang berdenominasi yuan China. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut skema tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan membantu meredam tekanan terhadap rupiah melalui mekanisme transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |