Mengamuk Brutal! Harga Emas-Perak Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak menggila dengan mencetak rekor sepanjang masa. Harga emas bahkan memasuki level bersejarah baru yakni menembus US$4.600 per troy ons sementara perak mencapai puncak baru.

Lonjakan harga dipicu aksi investor yang berbondong-bondong masuk ke aset safe haven setelah ketidakpastian meningkat terkait penyelidikan pidana pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

Harga emas ditutup di posisi US$ 4593,49 per troy ons pada perdagangan kemarin, Senin (12/1/2026). Harganya melesat 1,86%. Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas dengan menguat 3,15% dalam tiga hari terakhir.

Harga penutupan kemarin juga menjadi yang tertinggi sepanjang masa, menggeser rekor lama di US$ 4532,29 pada 26 Desember 2025.

Harga emas bahkan sempat menembus US$ 4629,94 pada perdagangan Senin kemarin. Ini adalah rekor intraday terbaru yang dicetak emas dan menggeser rekor lama di US$ 4549,71 per troy ons pada 26 Desember 2025.Harga emas pada hari ini, Selasa (13/1/2026) pukul 06.34 WIB sedikit mengerem dengan melemah 0,13% ke US$ 4587,39 per troy ons.

"Ketidakpastian yang tinggi berdampak langsung ke pasar emas, dan setiap pekan tampaknya selalu ada sumber ketidakpastian baru," kata Michael Haigh, kepala riset komoditas global di Societe Generale, dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan, latar belakang yang menopang reli ini tampaknya tidak akan berbalik dalam waktu dekat. Tahun lalu, emas melonjak lebih dari 64%, kinerja terbaik sejak 1979, sementara perak mencatat tahun terkuat sepanjang sejarah dengan kenaikan 146,8%.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap The Fed, dengan mengancam akan mendakwa Jerome Powell terkait komentarnya soal proyek renovasi Gedung. Langkah ini disebut Powell sebagai dalih untuk mengambil alih kendali atas pemangkasan suku bunga yang diinginkan Trump.

Masa jabatan Powell berakhir pada Mei. Pemerintahan Trump dilaporkan akan mewawancarai Rick Rieder dari BlackRock sebagai kandidat potensial pengganti Powell.

The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga pada rapat 27-28 Januari, setelah memangkasnya 75 bps tahun lalu. Namun, pasar masih memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga tambahan tahun ini, yang mendorong minat terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Ketegangan geopolitik juga tetap tinggi ketika Trump mempertimbangkan respons terhadap penindakan mematikan atas aksi protes di Iran, menyusul pencopotannya terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta wacananya untuk mengakuisisi Greenland.

Harga perak juga melambung. Pada perdagangan Senin (12/1/2026), harga emas ditutup di US$ 84,95 per troy ons yang menjadi penutupan tertinggi sepanjang masa.

Read Entire Article
| | | |