Mesin CASA BRI Panas! QRIS, BRImo, hingga BRILink Dorong Likuiditas

12 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan bahwa pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), khususnya dana murah (CASA), berasal dari mesin bisnis yang terintegrasi hingga akar rumput.

Direktur Utama Hery Gunardi menegaskan, di tengah dinamika ekonomi yang menantang, BRI tetap mampu menjaga pertumbuhan yang sehat melalui transformasi yang dijalankan secara disiplin dan penuh kehati-hatian.

Hingga akhir Maret 2026, DPK BRI tercatat mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (yoy). Sementara itu, CASA sebagai komponen utama pendanaan melonjak 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun.

Kuatnya pertumbuhan dana murah ini berdampak langsung pada efisiensi biaya dana atau cost of fund (CoF) yang turun signifikan dari 3% menjadi 2,3% pada kuartal I-2026.

Direktur Network & Retail Funding Aquarius Rudiantoro menjelaskan kanal digital menjadi salah satu pendorong utama akumulasi dana murah.

Pengguna super app BRImo telah mencapai 47,8 juta atau tumbuh 18,6%, dengan volume transaksi tembus Rp2.042,2 triliun atau naik 29,4% yoy. Di sisi lain, transaksi berbasis QRIS juga melonjak 76% dengan volume transaksi mencapai ribuan triliun rupiah.

Selain itu, hingga kuartal I-2026, jumlah agen BRILink telah melampaui 1,18 juta agen yang tersebar di lebih dari 66 ribu desa, menjangkau sekitar 80% wilayah Indonesia.

Dari jaringan ini, volume transaksi mencapai Rp420 triliun, dengan rata-rata saldo CASA harian agen sekitar Rp30 triliun. 

Di sisi lain, penguatan CASA juga ditopang oleh pendekatan berbasis ekosistem UMKM. Melalui platform LinkUMKM, BRI telah menjangkau lebih dari 15,5 juta pelaku usaha, didukung program Desa BRILiaN yang telah membina sekitar 5.000 desa serta Klasterku Hidupku dengan lebih dari 43 ribu kelompok usaha.

Pendekatan ini tidak hanya mendorong penyaluran kredit, tetapi juga mengikat arus kas pelaku usaha agar tetap berada dalam ekosistem BRI.

BRI juga memperkuat fondasi ultra mikro melalui holding UMi yang telah menjangkau lebih dari 34,2 juta nasabah, dengan total rekening simpanan mencapai 166,3 juta. Dari ekosistem ini, tercatat sekitar 1,2 juta debitur berhasil naik kelas.

Selain itu, inovasi produk seperti bullion dan tabungan emas turut memperkaya ekosistem, dengan total kepemilikan emas mencapai 22 ton di segmen ultra mikro.

Kombinasi digitalisasi, distribusi luas, dan integrasi ekosistem ini tidak hanya memperkuat struktur pendanaan, tetapi juga mendorong kinerja keuangan secara keseluruhan.

Net interest income (NII) BRI tercatat tumbuh 11,9% yoy menjadi Rp40,15 triliun, seiring dengan efisiensi biaya dana. Rasio profitabilitas juga meningkat, dengan return on assets (ROA) naik menjadi 2,8% dan return on equity (ROE) mencapai 18,4%.

Dengan fondasi tersebut, laba bersih BRI tercatat sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% yoy.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |