Mobil BYD Terbakar Lebih 70%-Kemendag Turun Tangan, Ini Kronologinya

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT BYD Motor Indonesia mengungkap perkembangan terbaru terkait mobil listrik BYD Seal yang terbakar di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Juli 2026. Hingga kini, penyebab insiden tersebut masih dalam tahap investigasi.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan pemeriksaan teknis membutuhkan waktu lantaran kondisi kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Tingkat kerusakan mobil disebut telah mencapai lebih dari 70%.

"Damage-nya sudah lebih dari 70 persen, perlu waktu untuk melakukan investigasi yang lebih mendalam terhadap hasilnya," ujar Luther kepada wartawan di Subang, dikutip Jumat (4/9/2026).

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika kendaraan melintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di sekitar Gerbang Tol Cikampek. Berdasarkan penjelasan BYD, konsumen lebih dulu merasakan adanya kondisi yang tidak normal pada kendaraan.

"Kami juga sangat cepat melalui bantuan diler kami untuk langsung action, tidak lebih dari satu jam, customer sudah ditangani. Apalagi sebelumnya telah melakukan komunikasi langsung dengan call center kami," kata Luther.

Dari sisi penanganan konsumen, BYD sebelumnya memberikan kendaraan sementara melalui diler. Setelah tercapai kesepakatan penyelesaian, kendaraan pengganti kemudian diserahkan kepada konsumen pada 8 Agustus 2026.

"Saat ini yang bersangkutan telah menggunakan kembali produk BYD. Saya rasa sekitar tidak lebih dari dua minggu kemudian masih tetap percaya, tetap menggunakan produk BYD," ujarnya.

Kasus ini sebelumnya turut mendapat perhatian Kementerian Perdagangan (Kemendag). Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN), Kemendag meminta klarifikasi kepada BYD pada 13 Agustus 2026.

Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag Immanuel Tarigan Sibero mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan konsumen mendapatkan perlindungan dan penanganan yang tepat.

"Klarifikasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Kementerian Perdagangan memastikan pemenuhan hak konsumen serta tindak lanjut yang tepat oleh pelaku usaha," tegas Immanuel.

Dalam pertemuan dengan Kemendag, BYD menyampaikan kronologi kejadian, penanganan terhadap konsumen, serta perkembangan pemeriksaan teknis kendaraan. Namun, saat itu maupun hingga kini, belum ada kesimpulan final mengenai penyebab kebakaran.

Kemendag menilai pemeriksaan teknis harus dilakukan secara menyeluruh agar penyebab insiden dapat diketahui secara objektif. Hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar untuk menentukan langkah pencegahan maupun perbaikan apabila ditemukan faktor yang perlu ditindaklanjuti.

"Respons cepat terhadap konsumen merupakan hal yang penting. Konsumen telah mendapatkan kendaraan pengganti, sementara proses pemeriksaan teknis tetap dilanjutkan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh dan menjadi dasar evaluasi serta perbaikan ke depan," ujar Immanuel.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |