Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat pada Selasa, (13/1/2026) seiring pelaku pasar mengesampingkan berbagai sentimen geopolitik, mulai dari ketegangan di Iran dan Venezuela hingga penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Federal Reserve AS Jerome Powell.
Melansir CNBC.com, Jepang memimpin penguatan regional setelah bursa kembali dibuka pascalibur, dengan indeks Nikkei 225 melonjak 3,4% dan Topix naik 2,13%.
Sentimen pasar turut ditopang oleh dinamika politik domestik, menyusul rencana Partai Demokrat Liberal untuk membubarkan parlemen dan menggelar pemilu dadakan yang diperkirakan berlangsung Februari mendatang.
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penguatan, dengan SoftBank melonjak hingga 5%. Sementara itu, saham teknologi seperti Advantest dan Tokyo Electron masing-masing melesat 8,99% dan 8,31%.
Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin ke level 2,15%, sementara yield tenor 20 tahun melonjak lebih dari 8 basis poin menjadi 3,137%. Nilai tukar yen Jepang melemah tipis ke level terendah dalam satu tahun di 158,25 per dolar AS.
Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,62%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru terkoreksi 0,30%. Investor tetap berhati-hati di tengah volatilitas global dan pergerakan selektif di sektor saham.
Pelaku pasar juga mencermati pergerakan harga minyak di tengah berlanjutnya aksi protes di Iran serta laporan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi intervensi. Risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian utama investor global.
Dalam pernyataan di Truth Social, Trump menegaskan negara mana pun yang tetap berbisnis dengan Iran akan dikenakan tarif sebesar 25% atas seluruh aktivitas perdagangan dengan Amerika Serikat. Kebijakan tarif tersebut disebut berlaku secara efektif segera.
Harga minyak mentah bergerak menguat, dengan Brent naik 1,52% ke level US$64,3 per barel, sementara WTI AS bertambah 0,44% ke US$59,76 per barel. Kenaikan ini terjadi pada perdagangan pagi Asia waktu Singapura.
Di kawasan lain, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,68%. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan dibuka lebih tinggi, tercermin dari kontrak berjangka yang berada di atas level penutupan sebelumnya.
Kontrak berjangka saham AS bergerak datar pada jam perdagangan Asia, menjelang rilis data inflasi konsumen dan laporan kinerja bank-bank besar. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu katalis baru dari Amerika Serikat.
Pada perdagangan Wall Street sebelumnya, saham AS berbalik menguat dari posisi terendah sesi dan mencetak rekor baru. Indeks S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite sama-sama ditutup di level tertinggi sepanjang masa.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5342106/original/027230600_1757384899-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-20.jpg)
