Pangsa Pasar Keuangan Syariah RI Melejit, Kini Tembus Rp12,56 Triliun

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pangsa pasar keuangan syariah nasional tumbuh 23,2% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp12,56 triliun per Oktober 2025. Pertumbuhan itu melampaui market kinerja keuangan nasional yang hanya naik 13,3% yoy menjadi Rp41,52 triliun.

Mengutip data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), market share keuangan syariah mencapai 30,3% dari total aset keuangan nasional, meningkat 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya hanya 27,8%.

Bila dirinci, aset pasar modal masih mendominasi total aset keuangan syariah, sebesar Rp11,12 triliun atau setara 45,9%. Jumlah itu naik 25,2% yoy dibanding aset pasar modal nasional yang naik 17,2% menjadi Rp24,24 triliun.

Selanjutnya, pangsa pasar industri keuangan non bank (IKNB) syariah mencapai 10,7% atau sebesar Rp409,06 triliun. Pertumbuhan aset IKNB syariah sebesar 7,3% yoy tak jauh berbeda dengan IKNB nasional yang tumbuh 7,0% yoy.

Sementara itu, pangsa pasar perbankan syariah masih mini di angka 7,6% atau sebesar Rp1.028,18 triliun. KNEKS menyoroti pertumbuhan market share perbankan syariah kumulatif hanya sekitar 2,5% dalam 10 tahun terakhir.

Lebih lanjut, rasio total aset keuangan syariah per Oktober 2025 terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 54%, dengan asumsi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2025 sebesar 5,2%. Hal ini menunjukkan kontribusi signifikan sektor keuangan syariah terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, ketentuan terkait kewajiban spin off unit usaha syariah (UUS) asuransi syariah yang paling lambat Desember 2026 (POJK 11/2023), disebut menjadi tantangan dalam menjaga pertumbuhan market share keuangan syariah.

(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |