Pegawai Indomaret-Alfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul dari China

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kini, ada karyawan toko seperti Indomaret dan Alfamart yang tidak pernah lelah, membutuhkan cuti, dan tidak meminta gaji walau buka 24 jam. Setelah buka di China, toko serupa mulai buka di Hong Kong.

Sebuah toko baru bernama Ro-bodega telah resmi beroperasi di kawasan tepi laut Hung Hom, Hong Kong, dan menjadi sorotan dunia ritel.

Apa yang membuatnya istimewa? Toko ini sama sekali tidak memiliki karyawan manusia. Seluruh operasional, mulai dari mengisi rak barang, mengambil barang pesanan, hingga melayani pembayaran, ditangani sepenuhnya oleh satu robot humanoid bernama Xiao Gai.

Dibuat oleh perusahaan teknologi kecerdasan buatan dan robotika asal Beijing, Galbot, Xiao Gai memiliki tinggi 1,67 meter dengan rentang lengan mencapai 1,8 meter. Robot ini tidak hanya mampu mengerjakan tugas fisik, tetapi juga bisa berkomunikasi secara ramah dan berbicara dalam berbagai bahasa.

Barang dagangannya pun lengkap, mulai dari camilan, minuman, hingga obat-obatan bebas, persis seperti apa yang biasa kita temukan di Indomaret, Alfmart, dan jaringan ritel lain di Indonesia.

Proyek yang didukung oleh Hong Kong Investment Corporation ini disebut sebagai bukti nyata bahwa AI sudah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari.

Galbot bahkan memproyeksikan kehadiran toko ini bisa meningkatkan jumlah pengunjung di kawasan tersebut hingga 40 persen karena faktor kebaruan dan daya tariknya. Tidak berhenti di satu titik, perusahaan ini berencana meluncurkan 100 toko kapsul yang dikelola robot serupa di 10 besar lainnya.

Sebelumnya, Galbot telah membuka toko serupa di pusat keramaian di Beijing yaitu Summer Palace.

Kabar ini tentu menjadi sinyal keras bagi industri ritel Indonesia. Jika teknologi ini terus berkembang dan biaya penerapannya makin terjangkau, bukan tidak mungkin konsep serupa akan segera masuk ke pasar Indonesia. Artinya, posisi karyawan toko yang selama ini diisi manusia perlahan bisa tergantikan oleh mesin.

Namun, penerapan teknologi ini juga tidak lepas dari risiko dan tantangan. Di sisi lain dunia, contohnya di Jepang, Japan Airlines baru saja mulai menguji coba robot penanganan bagasi di Bandara Haneda, menunjukkan bahwa otomatisasi merambah ke berbagai sektor.

Namun, ada juga contoh kegagalan. Awal tahun ini, rekaman video viral memperlihatkan sebuah robot pelayan restoran tiba-tiba tidak terkendali dan melempar peralatan makan ke mana-mana. Di Stockholm, agen AI yang ditugaskan mengelola kedai kopi justru menghabiskan sebagian besar anggaran dalam waktu kurang dari sebulan, dengan kesalahan fatal seperti memesan 3.000 pasang sarung tangan karet yang tidak diperlukan.

Meski demikian, kemajuan teknologi tidak bisa dihentikan. Bagi ribuan karyawan Indomaret dan Alfmart, ancaman menganggur bukan lagi sekadar isu, melainkan kemungkinan nyata yang penggantinya sudah mulai bermunculan di mana-mana.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |