Puluhan ribu warga Iran menghadiri unjuk rasa pro-pemerintah di Taheran, Iran, Senin (12/1/2026). Warga yang menghadiri demonstrasi tersebut berkumpul untuk mendengarkan pidato ketua parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang mengecam intervensi Barat. (Stringer/WANA via REUTERS)
Ghalibaf mengatakan Iran sedang berperang di empat front: "perang ekonomi, perang psikologis, perang militer melawan AS dan Israel, dan hari ini perang melawan terorisme". (Stringer/WANA via REUTERS)
Mereka meneriakan slogan "Matilah Israel, Matilah Amerika" dalam bahasa Persia, ia bersumpah bahwa militer Iran akan memberi pelajaran yang tak terlupakan kepada Donald Trump jika Iran diserang. (Stringer/WANA via REUTERS)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian jua iku berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa pro-pemerintah. Pezeshkian terlihat berbaris bersama para pengunjuk rasa. (Tangkapan Layar Video/REUTERS)
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan demonstrasi itu adalah "peringatan" kepada para politisi Amerika menyusul ancaman dari presiden AS, Donald Trump, untuk melakukan intervensi militer di Iran. (Stringer/WANA via REUTERS)































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5342106/original/027230600_1757384899-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-20.jpg)

