Pencipta ChatGPT Lagi 'BU', Pengguna Jadi Korban

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi gratis yang banyak digunakan masyarakat sebenarnya tak benar-benar gratis. Ada biaya immaterial yang harus dibayar oleh pengguna, misalnya data perilaku di internet, hingga paparan iklan bertubi-tubi.

Skema ini sudah lazim dilakukan raksasa aplikasi seperti Instagram, TikTok, hingga Google. Terbaru, layanan chatbot AI populer ChatGPT buatan OpenAI juga akan mengikuti langkah tersebut.

Dikutip dari Reuters, Senin (19/1/2026), OpenAI mengatakan akan mulai memasang iklan di ChatGPT. Mekanisme ini akan mulai dirasakan oleh pengguna di Amerika Serikat (AS).

Pemasangan iklan di aplikasi ChatGPT merupakan upaya OpenAI untuk menggenjot pendapatan, guna mendanai pengembangan teknologi yang berbiaya tinggi.

Paparan iklan di ChatGPT akan mulai diuji coba untuk pengguna gratis dan langganan paket murah 'Go' yang saat ini sudah diekspansi secara global, kata OpenAI pada akhir pekan lalu.

Uji coba ini akan mulai dilancarkan dalam beberapa pekan ke depan. Perlu ditekankan, iklan tersebut akan terpisah dari jawaban yang dihimpun ChatGPT.

Bagi pengguna berlangganan paket mahal seperti 'Plus', 'Pro', 'Business', dan 'Enterprise' tak akan mendapatkan iklan. OpenAI juga menggarisbawahi iklan tak akan memengaruhi hasil atau kinerja ChatGPT. Obrolan pengguna dengan chatbot tak akan dibagikan ke pengiklan.

Startup populer yang masih terus merugi tersebut berencana menggelontorkan lebih dari US$1 triliun untuk membangun infrastruktur AI hingga 2030 mendatang. Sejauh ini OpenAI tak secara blak-blakan mengumbar bagaimana cara untuk mendanai proyek infrastruktur tersebut.

Agaknya selipan iklan di aplikasi ChatGPT menjadi salah satu cara untuk mengumpulkan uang yang dibutuhkan demi pengembangan AI lebih lanjut.

Para analis menilai pemasangan iklan bisa membuka aliran pendapatan baru yang signifikan bagi ChatGPT yang sudah memiliki 800 juta pengguna aktif mingguan. Kendati demikian, pendekatan ini bisa mengganggu pengalaman pengguna dan melukai kepercayaan pengguna terhadap produk chatbot tersebut.

Jika pemasangan iklan terkesan mengganggu atau oportunis, pengguna bisa saja beralih ke aplikasi pesaing ChatGPT sepeti Gemini milik Google atau Claude milik Anthropic, menurut analis Emarketer, Jeremy Goldman.

Lebih lanjut, OpenAI mengatakan tak akan menunjukkan iklan untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun. Perusahaan juga berencana memblokir iklan agar tak muncul pada topik-topik yang bersifat sensitif seperti kesehatan atau politik.

"Kami berencana menguji coba iklan di sisi paling bawah dari jawaban yang diberikan ChatGPT, ketika ada produk bersponsor yang relevan, atau layanan berbasis obrolan yang sedang berlangsung," kata OpenAI dalam keterangannya.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |