Penumpang Pesawat Domestik Turun tapi Internasional Naik, Ada Apa?

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan dinamika industri penerbangan nasional yang masih bergerak tidak seimbang. Sepanjang 2025, pergerakan penumpang pesawat domestik justru mengalami koreksi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi catatan penting di tengah upaya pemulihan sektor transportasi udara.

"Data kami menunjukkan trafik penumpang domestik di tahun 2025 mengalami penurunan dibanding tahun 2024 ya, memang harus kita akuin domestiknya memang mengalami penurunan," kata Direktur Angkutan Udara Agustinus Budi Hartono di Artotel, Senin (19/1/2026).

Memasuki 2026, Kemenhub menargetkan pemulihan industri penerbangan secara lebih merata. Optimisme tersebut terutama diarahkan pada kinerja penerbangan internasional yang dinilai terus menunjukkan tren positif.

"Memasuki di tahun 2026 ini, tentunya berharap industri penerbangan nasional juga akan kembali menunjukkan pertumbuhan. Sementara untuk trafik internasional akan melanjutkan pertumbuhan bahkan melampaui tahun 2019," kata Agustinus.

Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018)Foto: Muhammad Sabki
Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018)

Gambaran kontras antara rute domestik dan internasional juga terlihat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Saat pasar domestik melemah, penerbangan internasional justru mencatat lonjakan yang cukup signifikan. Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal adanya pergeseran preferensi perjalanan masyarakat.

"Namun juga kemarin data Nataru domestiknya juga memang mengalami penurunan sekitar 5-6%, internasionalnya lumayan agak tinggi ya kenaikannya 15-20%. Ini menjadi tantangan buat kita terutama tadi yang saya sampaikan dengan harga tiket cukup mahal," ujar Agustinus.

Selain faktor harga tiket, Kemenhub menilai tantangan struktural lain masih membayangi sektor penerbangan nasional. Ketersediaan armada pesawat yang terbatas dinilai turut membatasi kapasitas dan fleksibilitas penerbangan. Oleh karena itu, sinergi lintas stakeholder menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ke depan.

"Ketersediaan armada pesawat terbang masih menjadi salah satu faktor tantangan, sehingga kolaborasi antara regulator dan operator, baik airlines maupun airport menjadi faktor paling penting," katanya.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |