Jakarta, CNBC Indonesia - China dan Rusia disebut memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dari Amerika Serikat untuk menjalankan berbagai aktivitas berbahaya, mulai dari serangan siber, pengawasan digital hingga pengembangan senjata.
Temuan tersebut diungkap perusahaan AI AS, Anthropic, dalam laporan terbaru yang dikutip dari Politico, Jumat (11/9/2026).
Anthropic menemukan kelompok peretas kriminal, aparat keamanan China, mata-mata yang terkait Rusia, hingga produsen senjata di Yaman menggunakan akun palsu, VPN, serta layanan perantara untuk mengakses asisten AI Claude meski akses mereka dibatasi.
Dalam delapan bulan terakhir, para pelaku disebut menggunakan Claude untuk mengotomatisasi serangan siber, menyebarkan propaganda, melakukan pengawasan massal, serta merancang perangkat militer canggih.
Anthropic mengungkap bahwa aktor China dan Iran menggunakan Claude untuk menganalisis konten media sosial guna menemukan calon pembangkang dan informasi sensitif secara politik. Sementara itu, seorang pelaku berbasis Rusia mencoba menggunakan Claude untuk membangun drone yang mampu melakukan serangan kamikaze secara otonom.
Anthropic juga menghentikan aktivitas kelompok di Yaman Utara yang menggunakan Claude dalam pengembangan roket berpemandu, rudal balistik bertingkat, dan rudal luncur hipersonik.
Selain itu, perusahaan menemukan lima kasus ketika ilmuwan di negara asing menggunakan Claude untuk meneliti patogen berbahaya, termasuk penelitian terhadap virus mematikan dan flu burung yang sangat patogen. Anthropic tidak mengungkap negara atau identitas peneliti karena belum dapat memastikan apakah penelitian tersebut untuk tujuan sah atau program senjata biologis.
"Kami tidak mencoba untuk bersikap hiperbolis di sini. Kami hanya ingin menunjukkan kepada dunia inilah bagaimana teknologi sebenarnya dapat disalahgunakan saat ini," kata Kepala Riset Ancaman Anthropic Jacob Klein.
Klein menegaskan, kasus-kasus tersebut tidak melibatkan model AI Anthropic paling kuat, Claude Mythos. Namun, ia mengingatkan bahwa sejumlah penyalahgunaan yang sebelumnya hanya dianggap hipotetis kini sudah menjadi kenyataan.
"Beberapa kasus penyalahgunaan yang sebelumnya hanya bersifat hipotetis kini menjadi nyata," ujarnya.
Anthropic mengatakan telah menghentikan seluruh kasus yang ditemukan, melaporkannya kepada pemerintah dan kelompok industri terkait, serta memperkuat sistem keamanan Claude.
Laporan ini muncul ketika Washington dan Silicon Valley tengah menghadapi tekanan untuk meningkatkan keamanan AI. Salah satu peneliti Anthropic bahkan mengundurkan diri pekan ini sebagai bentuk protes terhadap perlombaan industri untuk mengembangkan model AI yang semakin kuat.
Seorang ilmuwan senior Anthropic kemudian menulis bahwa banyak staf keselamatan AI dengan sungguh-sungguh percaya terdapat kemungkinan sekitar 10% bahwa AI dapat membunuh seluruh manusia dalam satu dekade mendatang.
Pernyataan tersebut kemudian memicu serangkaian seruan mendesak dari anggota Kongres AS pada Rabu untuk menerapkan aturan keselamatan baru yang lebih agresif terhadap industri AI.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)




