Perang Baru Makin Dekat, Trump Arahkan Kapal Induk AS ke 'Muka' Iran

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan telah memerintahkan pengerahan kapal induk kedua ke Timur Tengah. Langkah ini diambil di tengah pertimbangan Presiden Donald Trump untuk melakukan aksi militer terhadap Iran.

Washington dan Teheran diketahui baru saja memulai pembicaraan tidak langsung pada pekan lalu mengenai masa depan program nuklir Iran. Namun, Trump memberikan peringatan keras kepada negara tersebut jika kesepakatan nuklir gagal tercapai.

"Kita harus membuat kesepakatan, jika tidak, ini akan menjadi sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin hal itu terjadi, tetapi kita harus membuat kesepakatan. Ini akan menjadi sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak membuat kesepakatan," ujar Trump dikutip AFP, Kamis (12/2/2026).

Sebelumnya, pada akhir bulan lalu, Trump telah mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal perang pendampingnya ke Teluk. Pengerahan ini dilakukan saat Trump meningkatkan ancaman terhadap Iran menyusul tindakan keras Teheran terhadap protes anti-pemerintah yang memakan korban jiwa. Hingga saat ini, kapal-kapal tersebut masih berada di kawasan tersebut.

Kini, kapal induk USS Gerald R. Ford beserta kapal pengawalnya akan bergabung dengan kelompok tempur tersebut. Para pejabat telah memerintahkan kapal itu bergerak ke Timur Tengah dari lokasi penempatan sebelumnya di Laut Karibia.

"Saya rasa dalam satu bulan ke depan, kira-kira seperti itu. Ini harus terjadi dengan cepat. Mereka harus setuju dengan sangat cepat," kata Trump saat ditanya mengenai tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.

Sejumlah media besar Amerika Serikat, termasuk The Wall Street Journal, New York Times, dan CBS News, telah melaporkan persiapan Pentagon dan rencana pengerahan kapal induk kedua ini dengan mengutip sumber pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Pihak Pentagon sendiri belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai keterangan mengenai perkembangan situasi tersebut.

Berdasarkan laporan New York Times, USS Gerald R. Ford awalnya dikerahkan pada bulan Juni dan segera diarahkan ke Karibia sebagai bagian dari kampanye tekanan Trump terhadap Venezuela.

Beberapa pesawat tempur dari kapal induk tersebut juga sempat berpartisipasi dalam operasi mematikan pada 3 Januari di Caracas yang berujung pada penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai berapa lama USS Gerald R. Ford maupun USS Abraham Lincoln akan tetap bersiaga di kawasan Timur Tengah.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |