Perang Saudara Menggila di China, Xi Jinping Lakukan Ini

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Xi Jinping akan menyelidiki persaingan tidak sehat yang menyebabkan 'perang harga' antar perusahaan teknologi kawakan di China, yakni Meituan dan Alibaba. Keduanya bersaing ketat di sektor layanan antar makanan.

Langkah ini ditempuh setelah persaingan antar platform disebut menekan keuntungan perusahaan dan memperburuk tekanan deflasi di perekonomian Negeri Tirai Bambu.

Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar, mengungkapkan bahwa Dewan Negara telah memutuskan memulai investigasi untuk memastikan persaingan berlangsung adil dan teratur, sekaligus menciptakan pasar dengan kualitas tinggi dan harga yang wajar, demikian dikutip dari Reuters, Senin (12/1/2026).

Tindakan ini muncul di tengah lesunya inflasi konsumen China. Indeks harga konsumen menutup 2025 di level yang sama seperti tahun sebelumnya, jauh dari target pemerintah sebesar sekitar 2%, meskipun Beijing telah berupaya menekan kelebihan kapasitas dan menjaga stabilitas harga.

Regulator menyoroti masalah subsidi berlebihan dan perang harga yang memicu kompetisi "involution" di sektor layanan antar makanan.

Fenomena ini merujuk pada persaingan berlebihan yang tidak menghasilkan keuntungan optimal dan justru menekan ekonomi riil.

Persaingan di pasar ritel instan China memang dikenal sengit. Raksasa teknologi seperti Alibaba, Meituan, dan JD menggelontorkan miliaran dolar untuk mendominasi pasar layanan antar cepat yang menjadi bagian strategis dari masa depan e-commerce China.

Meituan sebelumnya melaporkan rugi pada kuartal III tahun lalu, menjadi kerugian pertama sejak akhir 2022. Perusahaan juga memperingatkan potensi kerugian lanjutan imbas perang harga yang menekan margin keuntungan.

Meituan dan Alibaba menyatakan mendukung penuh langkah investigasi pemerintah dan siap bekerja sama dalam proses penilaian.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |