Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia kompak mengalami pelemahan seiring perang di Timur Tengah memasuki pekan kelima. Penurunan paling tajam terjadi pada saham Korea Selatan yang anjlok sebesar 5%.
Indeks acuan Kospi merosot diatas 5%, sementara indeks saham perusahaan berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 3,97%. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,97%, sedangkan Topix merosot 3,9%.
Sementar Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,46%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.630, juga bergerak lebih rendah dari penutupan terakhir indeks acuan sebesar 24.951,88.
Mengutip CNBC Internasional, gerakan Houthi di Yaman telah mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa mereka telah menembakkan rudal ke Israel. Aksi tersebut menandai keterlibatan langsung pertama mereka dalam perang yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Melakui posting sosial media X, juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan kelompok tersebut meluncurkan serangan rudal balistik ke lokasi militer Israel yang dianggap sensitif. Langkah tersebut sebagai dukungan bagi Iran dan pasukan sekutu Hezbollah di Lebanon.
Serangan tersebut menandakan eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang dimulai dengan serangan udara AS dan Israel terhadap target-target Iran pada 28 Februari.
Di sisi lain, harga minyak naik pada awal jam perdagangan Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,58% menjadi US$102,19 per barel.
Pergerakan bursa AS juga melandai. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 253 poin, atau 0,6%.
Sedangkan Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,5%.
Jumat lalu, Dow Jones Industrial Average anjlok dan masuk ke zona koreksi. Indeks Dow yang terdiri dari 30 saham turun 793,47 poin, atau 1,73%, dan ditutup di 45.166,64. S&P 500 turun 1,67% dan mengakhiri sesi di level terendah tujuh bulan di 6.368,85. Indeks Nasdaq Composite turun 2,15% dan ditutup di 20.948,36.
Indeks pasar luas mencatat penurunan mingguan kelima berturut-turut, turun 2,1% dalam periode tersebut. Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi turun 3,2% sepanjang pekan ini, sementara indeks blue-chip Dow turun 0,9% untuk pekan ini.
(mkh/mkh)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)

