Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga-lembaga intelijen untuk aliansi Five Eyes (Australia, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, dan Kanada) memberikan peringatan darurat terkait dampak perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian masif.
Lembaga-lembaga tersebut menyebut model-model AI canggih hanya tinggal beberapa bulan lagi untuk mencapai kemampuan melancarkan serangan siber baru yang dahsyat terhadap pemerintah negara-negara dunia dan bisnis.
Peringatan ini diungkap sesaat setelah pemerintahan Donald Trump memutuskan memblokir warga negara asing untuk mengakses model AI canggih, Mythos 5 dan Fable 5, yang dikeluarkan perusahaan teknologi Anthropic.
"Meskipun AI akan membantu meningkatkan pertahanan siber seiring berjalannya waktu, Ai juga akan mengakselerasi kecepatan, skala, dan kecanggihan ancaman siber," tertulis dalam pernyataan bersama pada Senin (22/6) malam waktu Sydney, dikutip dari The Guardian, Selasa (23/6/2026)/
"Model-model AI terdepan diprediksi akan melampaui ekspektasi industri saat ini. Hal tersebut akan mentransformasi kemampuan siber secara ofensif dan defensif. Waktunya bukan tahunan, melainkan tinggal beberapa bulan," lembaga-lembaga Five Eyes memperingatkan.
Dalam hal ini, aliansi tersebut mengatakan dibutuhkan ketahanan siber yang solid untuk memastikan keberlanjutan bisnis, kepercayaan pasar, dan nilai jangka panjang.
Lembaga-lembaga keamanan siber mengatakan model-model AI canggih akan memperkecil hambatan bagi para pnejahat siber untuk meningkatkan kecepatan dan kompleksitas serangan.
"Respons cepat dari semua lembaga dan masyarakat dibutuhkan," tertera dalam pernyataan itu.
"Risiko keamanan siber tak bisa lagi dipandang sebagai masalah teknis. Ini adalah inti dari risiko bisnis dan tanggung jawab kepemimpinan".
Model AI generatif adalah tool baru yang ampuh yang mampu mencari kerentanan dalam sistem keamanan siber, dan dapat membantu mengeksploitasi kerentanan tersebut serta memperbaikinya.
"Yang berbeda dari model AI terbaru adalah kemampuannya yang sangat baik dalam menghasilkan eksploitasi," kata Olivia Shen, seorang ahli keamanan nasional dan AI di Pusat Studi Amerika Serikat Universitas Sydney.
Meskipun tidak ada model AI atau perusahaan yang disebutkan namanya dalam pernyataan Five Eyes, banyak pihak di seluruh dunia mengincar tool canggih Anthropic.
Salah satu penemuan terbaru perusahaan teknologi besar ini disebut Fable 5, versi Mythos yang konon lebih ramah komunitas. Model AI canggih yang dirilis awal tahun tersebut mampu mendeteksi kerentanan dalam sistem siber dan hanya tersedia untuk organisasi dan perusahaan yang telah diverifikasi karena kekhawatiran akan dieksploitasi.
Kedua model Anthropic tersebut ditangguhkan penggunaannya oleh "warga negara asing" pada bulan Juni oleh pemerintah AS, yang mengutip saran dari otoritas keamanan nasional.
Shen mengatakan bahwa sebagian besar dunia terfokus pada apa yang akan terjadi selanjutnya untuk Anthropic, tetapi mungkin ada banyak model AI yang lebih canggih yang akan segera hadir.
"Saya pikir kita harus mengantisipasi bahwa Mythos atau Fable berikutnya akan segera hadir," kata Shen.
"Kita hanya bisa melihat apa yang telah dirilis, tetapi mungkin ada model lain yang sedang dikembangkan oleh negara-negara seperti China, atau negara lain dan aktor serta perusahaan lain, yang sama canggihnya," ia menuturkan.
Pada Maret lalu, pemerintah Albania menandatangani kontrak dengan Anthropic sebagai perusahaan pertama yang masuk ke dalam rencana AI nasionalnya.
Nota Kesepahaman (MoU) yang tidak mengikat ini berarti perusahaan-perusahaan setuju untuk berbagi detail kemajuan AI dengan pemerintah dan "mempromosikan keamanan".
Rencana nasional pemerintah mempromosikan pendekatan yang ringan dalam mengatur sektor ini untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan produktivitas dari teknologi tersebut.
(fab/fab)
Addsource on Google






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509184/original/062087100_1771660915-20260220AA_Jean_Mota-3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249375/original/065795600_1749635323-viet_3.jpg)






