Persis Digulung PSM secara Dramatis di BRI Super League: Pelatih Sebut Hasilnya Tidak Pantas, Pemain Merasa Dirugikan VAR

1 day ago 8

Bola.com, Solo - Caretaker Persis Solo, Tithan Wulung Suryata, merasa sangat kecewa dengan kekalahan yang dialami anak asuhnya saat menjamu PSM Makassar pada laga pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (29/11/2025) malam WIB itu, Persis Solo harus kembali melanjutkan tren negatifnya setelah kalah dramatis dengan skor 3-4 dari PSM Makassar.

Menurut Tithan, hasil yang diraih anak asuhnya ini tidak sepantasnya didapatkan. Laskar Sambernyawa sebetulnya bermain dengan baik sesuai arahan, bahkan sempat unggul dua gol terlebih dahulu.

“Saya pikir, ini adalah hasil yang tidak pantas untuk kami. Karena, hari ini kami bermain sangat baik. Apa pun yang terjadi dan gol yang terjadi juga terlahir dari skema-skema yang sudah kami siapkan,” ujar Tithan, Sabtu (29/11/2025).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Singgung Kinerja Wasit

Tak hanya itu, Tithan juga menyinggung soal kinerja wasit yang sering merugikan anak asuhnya. Pasalnya, keputusan pengadil tidak hanya mengganggu konsentrasi pemain, tetapi juga mempengaruhi tempo permainan timnya.

“Namun, keputusan-keputusan yang di lapangan itu sangat merugikan kami, karena itu mengganggu konsentrasi kami ataupun mengganggu tempo permainan, sehingga kami sangat kesulitan,” ujar pelatih berusia 36 tahun itu.

Setidaknya, ada beberapa kejadian yang harus diputuskan oleh wasit melalui video assistant referee (VAR). Dua di antaranya memang menghasilkan gol bagi PSM Makassar, termasuk eksekusi penalti Yuran Fernandes.

Merasa Dirugikan VAR

Sementara itu, striker asing Persis Solo, Gervane Kastaneer, juga menyinggung soal pengaruh VAR dari kekalahan ini. Menurut striker Timnas Curacao itu, kinerja teknologi ini kurang maksimal dan merugikan Laskar Sambernyawa.

“Ini adalah pertandingan yang terbuka bagi kedua tim. Memang hari ini saya bisa mencetak dua gol. Tetapi yang terpenting adalah yang terjadi di lapangan, karena tadi ada insiden yang menurut saya VAR bisa lebih baik,” ujar dia.

“Namun, saya rasa penggunaan VAR kurang maksimal. Meskipun demikian, tidak ada alasan. Kami harus bisa bertahan secara lebih baik. Kami harus kembali fokus untuk berlatih lebih keras,” lanjut striker berusia 29 tahun itu.

Tren Buruk Persis

Persis Solo kembali gagal mengakhiri tren tanpa kemenangannya di BRI Super League. Hasil imbang ini menambah panjang catatan buruk yang menjerat Laskar Sambernyawa dalam waktu yang lama.

Sebab, dengan hasil ini, Sho Yamamoto dan kawan-kawan telah melewati 12 pertandingan tanpa kemenangan. Sebelum hasil laga ini, Persis terakhir kali mendapatkan tiga poin pada laga perdana menghadapi Madura United (2-1).

Sejauh ini, dari 12 pertandingan, Persis menghasilkan empat poin dari empat hasil imbang. Sedangkan delapan laga lainnya berujung dengan kekalahan.

Persaingan di BRI Super League

Read Entire Article
| | | |