Pertamina Bangun Kilang Hijau Bioavtur di Cilacap, Begini Targetnya

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) akan memulai pembangunan infrastruktur pengolahan bioavtur melalui proyek green refinery di Cilacap, Jawa Tengah. Nantinya, kapasitas dirancang bisa memproduksi produk bahan bakar pesawat (Sustainable Aviation Fuel/SAF) sebesar 6.000 barel per hari (bph).

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyebutkan bahwa proyek tersebut merupakan kilang hijau mandiri atau standalone dedicated green refinery pertama di Indonesia. Proses peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan kilang bioavtur tersebut akan dilaksanakan besok.

"Jadi kami sedang mengejar, besok Insya Allah kita akan groundbreaking the first standalone dedicated green refinery di Cilacap. Itu kapasitasnya 6.000 barrel per day. Sekitar 0,3 juta kiloliter SAF, pure SAF, bisa kita hasilkan di kilang nasional," ujar Oki dalam acara Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (5/6/2026).

Indonesia dinilai memiliki sumber daya alam domestik atau indigenous resources yang dimiliki Indonesia, khususnya minyak nabati. Pertamina mencatat potensi minyak sawit nasional mencapai 53 juta ton per tahun, ditambah potensi minyak goreng bekas (used cooking oil/UCO) yang mencapai lebih dari 1 juta ton, yang bisa diolah menjadi bioenergi.

"Dan harapannya kita terus bisa mengejar SAF, hingga nanti seperti target dunia di 2050, setengah dari SAF itu berasal dari nabati. Kemudian yang kita sedang kerjakan dengan arahan dari pemerintah adalah bioetanol," tambahnya.

Pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah untuk menambah kapasitas terpasang. Hal itu juga untuk memastikan ketahanan energi dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang lebih baik.

"Kemudian yang di hilir, peningkatan kapasitas produksi. Kita masih ingat tanggal 12 Januari kemarin, Bapak Presiden meresmikan infrastruktur terintegrasi di Balikpapan. Itu kita menambah kapasitas 100 barrel per day untuk kira kita," imbuhnya.

Pihaknya berharap, investasi di sektor pengolahan tersebut bukan hanya menekan impor melalui peningkatan produksi dalam negeri, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian. Proyek-proyek pengembangan kilang dalam negeri diproyeksikan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja, baik saat masa konstruksi maupun saat operasional berjalan.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |