Peta Negara Pemilik LTJ Terbanyak di Dunia, Ada Tetangga RI

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Industri Mineral (BIM) menyoroti peta sebaran produksi dan cadangan logam tanah jarang di mancanegara. Negara dengan cadangan LTJ terbanyak saat ini masih dipegang oleh China, Vietnam, hingga Rusia.

Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi BIM Yogi Wibisono Budhi menjelaskan bahwa peta sebaran komoditas tersebut mencakup data sumber daya (resources), cadangan (reserve), hingga angka produksi di tingkat global.

Kendati demikian, Yogi menyampaikan bahwa Indonesia saat ini belum masuk ke dalam peta sebaran tersebut karena masih menyelesaikan tahap pemetaan serta validasi data di lapangan.

"Nah, kalau kita lihat dari peta sebaran produksi dan cadangan logam tanah jarang di mancanegara, maka sejumlah negara memang telah memberikan pernyataan, baik yang bersifat resources, yang bersifat reserve, dan juga produksinya. Nah, ini memang menjadi salah satu informasi, statement, yang bisa memberikan satu posisi tawar yang sangat kuat ya bagi masing-masing negara," katanya dalam acara yang digelar Perhimpuan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), di JIExpo, dikutip Jumat (11/9/2026).

Berdasarkan catatannya, dari data USGS 2023 yang dikutip pihaknya, saat ini negara dengan sumber cadangan LTJ terbanyak yakni China dengan total cadangan mencapai 44 juta ton dan produksi hingga 210 ribu ton.

Negara kedua dengan cadangan LTJ terbanyak yakni Vietnam dengan cadangan sebanyak 22 juta ton dengan produksi 4,2 ribu ton. Diikuti dengan Rusia dan Brazil dengan cadangan hingga 21 ton dan masing-masing produksinya mencapai 2,6 ribu ton dan 80 ton.

Berikut daftar negara dengan cadangan LTJ terbanyak di dunia:

  1. China - cadangan 44 juta ton; produksi 210 ribu ton
  2. Vietnam - cadangan 22 juta ton; produksi 4,2 ribu ton
  3. Rusia - cadangan 21 juta ton; produksi 2,6 ribu ton
  4. Brasil - cadangan 21 juta ton; produksi 80 ton
  5. India - cadangan 6,9 juta ton; produksi 2,9 ribu ton
  6. Australia - cadangan 4,2 juta ton; produksi 18 ribu ton
  7. Amerika Serikat - cadangan 2,3 juta ton; produksi 43 ribu ton
  8. Greenland - cadangan 1,5 juta ton
  9. Tanzania - cadangan 890 ribu ton
  10. Kanada - cadangan 830 ribu ton
  11. Afrika Selatan - cadangan 790 ribu ton

Indonesia sendiri belum mencantumkan posisinya dalam peta tersebut bukan karena tidak memiliki potensi, melainkan masih menunggu penyelesaian kegiatan survei, eksplorasi, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM).

"Di dalam peta ini memang kalau kita lihat Indonesia belum dimunculkan, ya. Bukan berarti tidak ada, memang kita sedang memastikan, sedang menunggu beberapa kegiatan survei, eksplorasi, kemudian juga kita perlu untuk menyiapkan competent person, sehingga nanti pada waktunya diharapkan kita bisa segera memberikan pernyataan," kata Yogi.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |