Pohon Kebanggaan RI Jadi Rahasia di Balik Harum Parfum Arab

1 hour ago 3

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

28 August 2026 17:25

Jakarta, CNBC Indonesia - Semerbak Gaharu Indonesia kembali tercium. Sepanjang 2025, ekspor gaharu Indonesia meningkat dari sisi volume sekaligus mencatat lonjakan nilai yang jauh lebih besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor gaharu pada 2025 mencapai 1.026.295 Kg ( 1.026 ton) naik 10,43% dibandingkan 929.388 Kg pada 2024.

Kenaikan volume tersebut diikuti pertumbuhan nilai ekspor sebesar 36,37%. Nilai ekspor gaharu meningkat dari US$12.783.410 pada 2024 menjadi US$17.432.818 pada 2025 atau sekitar Rp 310,29 miliar (US$1= Rp 17.800).

Pergerakan tersebut membuat kenaikan nilai ekspor gaharu sekitar tiga kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan volumenya.

Aquilaria malaccensis atau disebut dengan pohon gaharu. (Dok. indiabiodiversity)Aquilaria malaccensis atau disebut dengan pohon gaharu. (Dok. indiabiodiversity) Foto: Aquilaria malaccensis atau disebut dengan pohon gaharu. (Dok. indiabiodiversity)

Secara rata-rata, nilai ekspor per satuan volume juga meningkat. Jika dihitung dari total volume dan nilai ekspor, rata-rata nilai gaharu naik dari sekitar US$13,76 per kilogram pada 2024 menjadi sekitar US$16,99 per kilogram pada 2025.

Pertumbuhan ekspor pada 2025 datang dari tambahan volume sekaligus kenaikan nilai rata-rata per kilogram.

Saudi Arabia Serap Mayoritas Ekspor Gaharu RI

Pasar gaharu Indonesia masih sangat terkonsentrasi di Timur Tengah. Saudi Arabia menjadi tujuan utama dengan volume ekspor 496.725 Kg pada 2025, naik dari 438.858 Kg pada 2024.

Nilai ekspornya mencapai US$12.409.320, melonjak dari US$8.484.618 pada tahun sebelumnya.

A Saudi man holds a handful of Oud or Agarwood at his shop in Riyadh, 10 October 2007. Oud, also known by the names Agrawood and Aloeswood, in the resinous aromatic heartwood of the Aquilaria tree, native to southeast Asia, that is highly valued for its pleasing fragrance and thus used as incense. Oud is one of the products that Saudi Muslims traditionally stock-up on in preparation for the Eid al-Fitr festivities that mark the end of Ramadan. AFP PHOTO/HASSAN AMMAR (Photo credit should read HASSAN AMMAR/AFP via Getty Images)A Saudi man holds a handful of Oud or Agarwood at his shop in Riyadh, 10 October 2007. Oud, also known by the names Agrawood and Aloeswood, in the resinous aromatic heartwood of the Aquilaria tree, native to southeast Asia, that is highly valued for its pleasing fragrance and thus used as incense. Oud is one of the products that Saudi Muslims traditionally stock-up on in preparation for the Eid al-Fitr festivities that mark the end of Ramadan. AFP PHOTO/HASSAN AMMAR (Photo credit should read HASSAN AMMAR/AFP via Getty Images) Foto: Kayu Gaharu (Photo HASSAN AMMAR/AFP via Getty Images)

Dengan angka tersebut, Saudi Arabia menyerap sekitar 48% volume ekspor gaharu Indonesia pada 2025. Dari sisi nilai, porsinya mencapai sekitar 71% dari total nilai ekspor gaharu Indonesia.

Harga rata-rata ekspor ke pasar Saudi Arabia juga berada jauh di atas rata-rata keseluruhan. Berdasarkan perbandingan volume dan nilai, nilainya mencapai sekitar US$25 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat pasar Saudi Arabia menjadi penentu utama kinerja ekspor gaharu Indonesia. Ketika permintaan dari pasar tersebut meningkat, dampaknya langsung terasa terhadap nilai ekspor nasional.

Pohon Gaharu (tangkapan Layar via Tokopedia/Tukang Taman_Jakarta)Pohon Gaharu (tangkapan Layar via Tokopedia/Tukang Taman_Jakarta) Foto: Pohon Gaharu (tangkapan Layar via Tokopedia/Tukang Taman_Jakarta)

Korea Selatan berada di posisi berikutnya dengan volume ekspor 98.668 Kg pada 2025, meningkat dari 86.079 Kg pada 2024. Nilainya naik dari US$960.850 menjadi US$1.388.510.

Singapura mencatat arah berbeda. Volume ekspornya turun dari 118.954 Kg menjadi 83.232 Kg, sementara nilai ekspornya naik dari US$950.699 menjadi US$1.000.743. Pergerakan tersebut memperlihatkan adanya kenaikan nilai rata-rata per satuan volume di pasar tersebut.

Volume Naik, Pasar UEA Malah Turun Nilainya

Uni Emirat Arab menjadi salah satu pasar penting lain bagi gaharu Indonesia. Pada 2025, volume ekspor ke negara tersebut mencapai 119.971, naik dari 86.427 pada 2024.

Namun, nilai ekspornya turun dari US$1.622.555 menjadi US$1.323.381.

Pergerakan volume dan nilai yang berlawanan ini membuat nilai rata-rata ekspor ke UEA turun. Pada 2024, nilainya sekitar US$18,77 per kilogram, sedangkan pada 2025 berada di kisaran US$11,03 per kilogram.

Peningkatan volume ekspor belum tentu menghasilkan kenaikan nilai yang sama di setiap pasar. Jenis, kualitas, bentuk produk, serta harga transaksi dapat memengaruhi nilai perdagangan gaharu.

Pasar lain juga menunjukkan perkembangan. Ekspor ke India meningkat dari 9.195 menjadi 15.952, sementara nilainya naik dari US$21.193 menjadi US$237.046.

China mencatat volume 63.134 Kg pada 2025, meningkat dari 57.650 Kg pada 2024. Nilainya naik dari US$28.250 menjadi US$152.740.

Kuwait juga mengalami peningkatan volume dari 9.935 menjadi 16.191 dengan nilai ekspor naik dari US$172.709 menjadi US$153.963. Taiwan meningkat dari 729 menjadi 1.260 dalam volume, sedangkan nilainya naik dari US$9.463 menjadi US$143.380.

Di kawasan Timur Tengah, Qatar mencatat volume 2.257 pada 2025, turun dari 2.481 pada 2024. Nilainya juga turun dari US$176.547 menjadi US$35.960.

Pasar Gaharu Mulai Menyebar

Perdagangan gaharu Indonesia juga menjangkau sejumlah pasar di luar Asia dan Timur Tengah. Data BPS mencatat ekspor ke Kamerun meningkat dari 25.000 Kg pada 2024 menjadi 44.803 Kg pada 2025. Nilainya naik dari US$48.415 menjadi US$221.707.

Benin (Afrika) yang pada 2024 belum tercatat sebagai tujuan ekspor, pada 2025 menerima 11.215 dengan nilai US$134.580. Ekspor ke Sudan juga meningkat dari 15.000 menjadi 42.000 Kg, dengan nilai naik dari US$22.500 menjadi US$63.000.

Indonesia juga mencatat ekspor ke Inggris sebanyak 30 pada 2025 dengan nilai US$300.

Sementara itu, Libya yang pada 2024 mencatat ekspor gaharu sebanyak 38.000 Kg dengan nilai US$59.500 tidak lagi tercatat sebagai tujuan ekspor pada 2025. Maroko juga turun dari 1.303 menjadi 924 dengan nilai menyusut dari US$54.908 menjadi US$29.540.

Struktur perdagangan tersebut memperlihatkan dua hal penting. Pertama, Saudi Arabia masih menjadi pasar dominan dan memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor. Kedua, kenaikan ekspor 2025 mulai datang dari tambahan permintaan di sejumlah negara lain.

Bagi industri gaharu Indonesia, perkembangan ini membuat kualitas produk dan pengelolaan pasar menjadi semakin penting. Lonjakan nilai ekspor sebesar 36,37% pada 2025 memberikan gambaran bahwa gaharu masih memiliki ruang untuk menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi ketika volume dan pasar dapat dikelola dengan tepat.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Read Entire Article
| | | |