Presiden Iran Beri Ultimatum Baru, Siap Lawan AS-Israel

10 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah menyerah kepada Amerika Serikat (AS). Pernyataan keras ini disampaikannya secara langsung saat berpidato di hadapan para pemimpin agama India di New Delhi pada hari Jumat.

Mengutip CNBC, Sabtu (12/09/2026), lawatan ini merupakan kunjungan perdana Pezeshkian ke India untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS sekaligus mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Dalam kesempatan tersebut, Pezeshkian sesumbar bahwa Iran telah berhasil melawan agresi dari AS dan Israel.

"Karena kami mencari kebenaran dan keadilan, kami tidak akan menyerah di hadapan kesombongan yang menindas," tegasnya.

Pernyataan Pezeshkian menjelang KTT BRICS pada akhir pekan ini muncul tepat setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Iran akan menghancurkan Israel, Timur Tengah, dan mulai menyerang kota-kota AS jika Washington tidak mengambil tindakan militer tegas terhadap negara tersebut.

"Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan persis seperti apa yang telah saya lakukan," ucapnya.

Di sisi lain, Pezeshkian juga telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Modi pada hari Jumat. Dalam pertemuan tersebut, PM India menyoroti masalah keselamatan pelaut serta menekankan pentingnya perdamaian, kebebasan navigasi, dan perdagangan. Modi secara khusus mengimbau agar konflik yang terus memanas di Timur Tengah segera diselesaikan melalui jalur dialog dan diplomasi.

Sebagai informasi, pengiriman minyak dan kargo melalui Selat Hormuz yang memisahkan Iran dan Oman diketahui telah melambat drastis sejak AS dan Israel memulai perang terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Blokade dan serangan ini membuat banyak kapal dan pelaut telantar di lautan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Eskalasi pertempuran pada bulan ini telah memicu lonjakan tajam pada harga minyak mentah global, yang kini menjadi ancaman serius bagi negara importir energi. Sebagai ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia, India sangat rentan terhadap gangguan pasokan karena mereka mengimpor hampir 85% kebutuhan bahan bakarnya dan sangat bergantung pada urat nadi rantai pasokan di Selat Hormuz.

Konflik berdarah ini nyatanya juga telah memakan banyak korban dari warga sipil India. Pada bulan Juli lalu, dua kapal yang membawa total 30 pelaut India diserang saat melintasi Selat Hormuz. Menurut data pemerintah India, sebanyak 10 pelaut mereka telah tewas akibat meluasnya konflik di Timur Tengah.

Meski dibayangi oleh ketegangan geopolitik dan krisis energi, Modi dan Pezeshkian tertangkap kamera bergandengan tangan dengan hangat saat keluar dari Forum Bisnis BRICS pada hari Jumat. Kedutaan Besar Iran di India turut merayakan kedekatan hubungan bilateral ini melalui sebuah unggahan resmi di platform X.

"Ketika para pemimpin dua negara besar bergandengan tangan, mereka mengingatkan kita akan persahabatan bersejarah antara dua peradaban besar," ungkapnya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |