Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa menegaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih menunggu perkembangan dari negosiasi dengan pihak China.
"Kita lihat kondisinya dari China seperti apa, apa persyaratan dari China..Kalau saya yang bayar, saya akan ke China, saya sendiri. Tapi saya belum tahu ya. Saya akan cek lagi," tegasnya seusai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Purbaya pun menegaskan terkait dengan keterlibatan dirinya dalam pembahasan utang Whoosh. Menurutnya, terakhir kali, dia masih dilibatkan. Namun, saat ini sudah banyak perkembangan lain. Dia mengaku tidak tahu apakah skema pembayarannya sudah final atau belum.
"Sudah pasti sih dilibatkan yang waktu itu ya. Tapi yang tadi kan sudah perkembangan-perkembangan kan tapi saya nggak tahu final apa belum. Nanti kan pasti saya dikasih tahu," paparnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menuturkan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan ditanggung APBN. Adapun, proses negosiasi utang masih berlangsung. Pihak Indonesia diwakili oleh BPI Danantara.
"Iya (utang KA Cepat dibayar dengan APBN)," tegasnya saat ditanya pewarta di Stasiun Gambir, beberapa waktu lalu (10/2/2026).
Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan pemerintah telah memberikan solusi yang dijamin oleh Presiden Prabowo Subianto, terkait penyelesaian utang Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung.
"Sudah, sudah beres kan, kan waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah beres, sudah beres," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/2/2026).
Seperti diketahui, Prabowo pernah menekankan, bahwa pemerintah memang harus membayar senilai Rp 1,2 triliun per tahun. Menurutnya, hal itu sebanding dengan banyak manfaat yang didapatkan rakyat dari proyek kereta cepat ini. Seperti mengurangi kemacetan, polusi, hingga transfer teknologi yang canggih dari China.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5341963/original/050096500_1757343075-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5048041/original/074776600_1734010897-20241212AA_Asean_Cup_2024_Indonesia_vs_Laos-17.JPG)
