QRIS Sudah Bisa Digunakan di China, Bos BI Singgung Keterlibatan AI

12 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi memperkenalkan implementasi layanan QRIS di China.

Peresmian ini menjadi tambahan deretan negara yang sudah bisa membuat masyarakat Indonesia bertransaksi tanpa uang tunai di negara lain. Sebelum di China, QRIS lebih dulu bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

"Dan hari ini luncurkan QRIS RI-China," kata Perry dalam acara peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus QRIS antar negara Indonesia-China di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, pada Kamis (30/4/2026).

Perry mengatakan, layanan QRIS saat ini sudah digunakan lebih dari 60 juta orang.

Menurutnya, perkembangan sistem transaksi digital ini tak terlepas dari kemampuan BI dalam memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan atau AI, sehingga bisa menyatukan bahasa transaksi ke dalam satu QR Code yang kini dinamakan QRIS.

"AI bisa membantu kita. Semula QRIS terpecah, kita bersatu, seluruh sistem pembayaran bersatu lewat QRIS," paparnya.

Sebagaimana diketahui, BI sudah melakukan uji coba penggunaan QRIS di China. Dalam uji coba itu, volume transaksi sudah mencapai 1,64 juta dengan nilai setara Rp 556 miliar.

Penggunaan QRIS di China akan diikuti oleh 24 penyelenggara dari Indonesia yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga selain bank, sedangkan dari China ada 19 penyelenggara.

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |