Jakarta, CNBC Indonesia - Google baru saja menghadapi gelombang pengunduran diri (resign) banyak pegawainya. Salah satunya adalah engineer terbaik perusahaan, Jeff Dean.
Dean merupakan pembuat sistem terdistribusi yang mendukung mulai dari Google Search hingga infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Bekerja sejak 1999, perannya sangat penting bagi perusahaan bahkan menjadi tulang punggung rekayasa (engineering).
Hampir 30 tahun bekerja di Google, ia memutuskan keluar. Selanjutnya, ia mendirikan startup AI sendiri bernama Discovery Loop, dikutip dari TechBuzz, Kamis (6/8/2026).
Dean juga memboyong sejumlah eksekutif Google. Namun, belum diketahui siapa saja yang ikut dalam gerbong Dean keluar dari raksasa mesin pencari tersebut.
Discovery Loop sendiri merupakan perusahaan rintisan yang memanfaatkan AI untuk mempercepat penemuan ilmiah di sejumlah bidang. Beberapa fokus pekerjaannya meliputi pengembangan obat hingga desain semikonduktor.
Belum diketahui pihak mana yang memberikan pendanaan bagi Discovery Loop ke depannya.
Fokus bisnis ini akan membuat Discovery Loop berhadapan langsung dengan mantan kantor Dean. Google sendiri memiliki ambisi besar untuk menghasilkan temuan obat berbasis AI melalui teknologi pelipatan protein AlphaFold dari DeepMind.
Selain itu, Google juga aktif mengeksplorasi desain cip AI dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada Nvidia.
Kehilangan Besar Bagi Google?
Kepergian Dean merupakan pukulan telak bagi Google. Bekerja sejak 1999, ia adalah tulang punggung rekayasa perusahaan.
Ia ikut menciptakan kerangka kerja komputasi terdistribusi untuk memproses kumpulan data besar bernama MapReduce. Selain itu, ada pula Bigtable dan Spanner yang merupakan teknologi basis data penopang infrastruktur global Google.
Dean juga pernah memimpin Google Brain serta merintis pengembangan arsitektur Transformer yang menjadi dasar dari model bahasa besar (large language model) modern saat ini.
TechBuzz mencatat kepergian Dean dan rekan-rekannya bukan sekadar kehilangan talenta biasa, melainkan juga ancaman strategis.
Divisi AI di perusahaan besar kerap dikritik karena terlalu berhati-hati, lambat dalam peluncuran produk, serta terbebani birokrasi dan politik internal.
Keputusan Dean untuk mundur menunjukkan bahwa pengembang paling loyal di Google pun kini memilih keluar demi bisa bergerak lebih cepat di industri.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4936730/original/025851900_1725466519-1725444595272.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393838/original/002135200_1761616295-SnapInsta.to_572361050_18431712469108400_6389749718744703427_n.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554928/original/044276700_1776137094-u-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3989263/original/000498500_1649402021-Timnas_Indonesia_-_Ricky_Kambuaya._dan_Marc_Klok_copy.jpg)
