Terungkap Nama Warga RI Paling Pasaran: Ada Nurhayati dan Junaidi

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap daftar nama yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Menariknya, nama yang paling populer berbeda-beda di setiap wilayah, mencerminkan keragaman budaya dan tradisi penamaan di Tanah Air.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan, data kependudukan tidak hanya dimanfaatkan untuk pelayanan publik, tetapi juga menyimpan banyak informasi menarik mengenai karakteristik masyarakat Indonesia, termasuk tren penggunaan nama.

"Nama adalah suatu harapan, suatu doa," ujar Teguh saat memaparkan data kependudukan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan, Nurhayati menjadi salah satu nama perempuan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Nama tersebut tercatat digunakan oleh 83.112 orang di Sumatra, 23.760 orang di Sulawesi, 14.342 orang di Kalimantan, 14.318 orang di Nusa Tenggara, 1.118 orang di Papua, dan 450 orang di Maluku.

Sementara itu, nama Junaidi juga banyak ditemukan, terutama di Sumatra dengan 45.219 orang dan Kalimantan sebanyak 12.940 orang.

Untuk wilayah Jawa, nama Sulastri menjadi yang paling banyak digunakan dengan 135.421 orang, disusul Sutrisno yang dipakai oleh 102.519 orang.

Teguh mengatakan setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri dalam memberikan nama kepada anak. Menurutnya, tren tersebut terus berubah dari waktu ke waktu seiring perkembangan zaman.

"Kalau secara nasional Muhammad banyak sekali. Tapi ada Alfatih, Rafa, Aska. Perempuan banyak Aisyah, Ayudia dan sebagainya. Nama-nama khas Papua mungkin juga sudah mulai berkurang menjadi nama-nama yang dianggap lebih modern. Tapi nama adalah suatu harapan, suatu doa," kata Teguh.

Selain nama-nama umum, Dukcapil juga menemukan sejumlah nama tokoh fiksi yang digunakan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 190 orang bernama Uzumaki, 181 orang bernama Nobita, 158 orang bernama Sasuke, 157 orang bernama Naruto, 152 orang bernama Uchiha, serta 79 orang bernama D. Luffy.

Tak hanya itu, Dukcapil juga mencatat nama lain yang banyak digunakan di sejumlah wilayah, seperti Sudirman di Sulawesi, Ahmad di Nusa Tenggara, dan Ismail di Papua.

Menurut Teguh, beragamnya nama yang digunakan masyarakat Indonesia mencerminkan kekayaan budaya sekaligus perkembangan zaman. Ia menegaskan, di balik setiap nama yang diberikan orang tua kepada anaknya selalu tersimpan harapan dan doa untuk masa depan.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |