Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, dengan adanya kilang minyak atau Refinery Development Master Plan (RDM) Balikpapan yang diremiskan, Senin (12/1/2026) kemarin, Indonesia akan terlepas dari impor Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis solar.
Selain solar, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) selaku pemilik RDMP Balikpapan akan meningkatkan produksi BBM jenis Bensin nilai oktan (RON) 92, 95 dan 98. Maka ke depan, kebutuhan BBM di Indonesia akan dipenuhi dari kilang tersebut.
Dalam sambutan di peresmian RDMP Balikpapan, Bahlil menyatakan, kilang minyak ini mampu menghemat devisa negara hingga Rp 60 triliun lebih dengan tidak melakukan impor BBM Solar.
"Bicara ini tidak ada impor solar ke depan. Karena kebutuhan solar kita 3,8 juta, dengan adanya B40-B50 kita menambah 5 juta, impor kita tinggal 5 juta jadi tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta. Itu untuk solar C48, sementara C51 impor hanya 600 ribu KL. Nanti Semester kedua saya minta Pertamina bangun supaya gak impor lagi," ungkap Bahlil dalam Peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip Selasa (13/1/2026).
Terlebih dari itu, dengan adanya RDMP Balikpapan ini, kata Bahlil, Pertamina akan meningkatkan produksi BBM jenis bensin RON 92, 95 dan 98. "Itu supaya kita tidak impor lagi. Supaya badan-badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina," tandas Bahlil.
Pemerintah menegaskan pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri merupakan bagian dari amanat konstitusi. Sesuai Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara.
Karena itu, bagi Bahlil, penguatan dan pengembangan kilang dipandang sebagai wujud tanggung jawab negara dalam menjamin ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat.
Nah, selain solar dan bensin, pemerintah juga menargetkan swasembada avtur pada tahun 2027 dengan skema hanya mengimpor minyak mentah (crude) untuk diolah di dalam negeri.
Bahlil menyadari kebijakan memotong jalur importir ini berpotensi memicu serangan balik di media sosial, namun dia akan siap menghadapinya. "Kalau ini mampu kita lakukan, maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis. Dan setelah ini pasti ramai lagi di Sosmed. Karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur para importir," tandasnya.
Seperti diketahui, proyek RDMP Balikpapan memakan investasi sebesar US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun. Proyek RDMP Balikpapan ini menambah kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 100.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph dari sebelumnya 260.000 bph.
Fakta-Fakta peningkatan kapasitas RDMP Balikpapan (mengutip ESDM)
• Pembangunan RDMP Kilang Balikpapan dari kapasitas 260 ribu BOPD menjadi 360 ribu BOPD.
• Penambahan kapasitas tangki timbun crude oil Lawe-Lawe dari 5,6 juta barel menjadi 7,6 juta barel.
• Pembangunan tangki timbun BBM dan Terminal Tanjung Batu berkapasitas 125.000 KL serta empat dermaga.
• Pembangunan pipa gas pasokan bahan bakar kilang dari Senipah ke Balikpapan sepanjang 78 km berdiameter 20 inch dengan kapasitas 125 MMSCFD.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5342106/original/027230600_1757384899-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-20.jpg)
